Pemkot Probolinggo Siapkan Usulan Pelebaran Jalan ke Kementerian PUPR: Langkah Strategis Tingkatkan Infrastruktur Perbatasan
Latar Belakang dan Tujuan Survei Lapangan
Plat Merah – Pemerintah Kota Probolinggo (Pemkot) kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan infrastruktur melalui serangkaian survei lapangan yang dilaksanakan pada pertengahan Juli 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Aminuddin bersama jajaran perangkat daerah, termasuk Kepala Dinas Penataan Ruang dan Penataan Kota (DPUPRPKP) Gofur Effendy. Survei menelusuri sekitar 14 kilometer jalur batas luar kota, mencakup wilayah timur, selatan, hingga barat, dengan tujuan utama mengidentifikasi kebutuhan pelebaran dan perbaikan jalan yang akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Rangkaian Kegiatan dan Metodologi
Sebelum turun ke lapangan, rombongan melakukan telaah peta jaringan jalan kota untuk memastikan bahwa ruas yang akan dievaluasi berada di bawah kewenangan pemerintah kota, bukan provinsi atau pemerintah kabupaten. Metode yang dipakai meliputi:
- Penggunaan GPS handheld untuk merekam koordinat tiap titik penting.
- Pengukuran lebar dan kondisi permukaan jalan secara visual dan dengan alat profilometer portable.
- Wawancara singkat dengan pengendara lokal dan pelaku usaha di sepanjang rute.
Rute survei dimulai dari perbatasan timur dengan Kabupaten Probolinggo, melintasi Jalan KH Rizal, Sunan Kudus, Sunan Giri, KH Genggong, Sunan Gunung Jati, hingga kawasan Sekolah Rakyat. Selanjutnya dilanjutkan melalui Jalan Sunan Prawoto, Sunan Drajat, Jembatan Gantung Kedungasem, Jalur Lingkar Selatan (JLS) di Jalan Ir. Sutami, sebelum kembali ke Rumah Dinas Wali Kota.
Daftar Kelurahan yang Dilalui
- Wiroborang
- Sukoharjo
- Sumber Taman
- Kedungasem
- Pakistaji
- Kedung Galeng
- Jrebeng Kidul
- Sumber Wetan
Hasil Temuan Awal
Secara umum, kondisi rata-rata ruas jalan di kawasan batas luar dinilai “cukup baik”. Namun, terdapat beberapa titik kritis yang membutuhkan intervensi segera, antara lain:
| Nama Jalan | Panjang (km) | Kondisi | Tindakan Prioritas |
|---|---|---|---|
| Jalan KH Rizal | 2.3 | Lubang ringan, marka pudar | Pelebaran 1 m + perbaikan permukaan |
| Jalan Sunan Giri | 1.8 | Drainase kurang efektif | Peningkatan saluran tiris |
| Jalan Sunan Prawoto | 3.0 | Kondisi aspal aus | Pengaspalan ulang dan pelebaran 0.5 m |
| Jalan Suroyo | 0.9 | Berlubang parah | Perbaikan struktural + pelebaran 1 m |
| Jalan Sunan Ampel | 1.2 | Marka hilang, tiang lampu rusak | Pemasangan marka baru & lampu LED |
Rencana Pengajuan Anggaran ke Kementerian PUPR
Setelah survei selesai, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa temuan tersebut akan menjadi basis usulan anggaran yang diajukan ke Kementerian PUPR. Fokus utama adalah:
- Pelebaran jalan utama di zona perbatasan untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas.
- Perbaikan jalan yang mengalami kerusakan struktural demi keselamatan pengguna.
- Peningkatan fasilitas pendukung seperti drainase, marka jalan, dan penerangan jalan.
- Penyediaan infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan event berskala, misalnya marathon 10K dan 15K.
Pengajuan diharapkan masuk dalam Daftar Prioritas Nasional (DPN) tahun anggaran 2027, dengan estimasi kebutuhan biaya sekitar Rp 120 miliar, yang akan dibiayai melalui kombinasi APBN, dana alokasi khusus, dan potensi kerjasama publik‑swasta.
Kronologi Pelaksanaan Survei
- 02 Juli 2026 – Peninjauan peta jaringan jalan dan penetapan rute survei.
- 05 Juli 2026 – Briefing tim lapangan oleh Wali Kota Aminuddin.
- 06‑09 Juli 2026 – Pelaksanaan survei lapangan sepanjang 14 km, termasuk pencatatan foto dan data GPS.
- 10 Juli 2026 – Penyusunan laporan awal dan identifikasi ruas prioritas.
- 12 Juli 2026 – Diskusi internal Dinas PUPR tentang skema usulan anggaran.
- 15 Juli 2026 – Penyerahan draft usulan ke Sekretariat Daerah untuk finalisasi.
Dampak dan Implikasi Bagi Berbagai Pemangku Kepentingan
Masyarakat Lokal
Pelebaran dan perbaikan jalan akan mengurangi waktu tempuh, menurunkan risiko kecelakaan, serta membuka akses lebih mudah ke layanan kesehatan, pendidikan, dan pasar tradisional. Kelurahan seperti Wiroborang dan Kedungasem diproyeksikan akan melihat peningkatan nilai properti sebesar 8‑12% dalam lima tahun ke depan.
Pelaku Usaha dan Pariwisata
Infrastruktur yang lebih baik mendukung distribusi barang, khususnya produk pertanian dan kerajinan khas Probolinggo. Selain itu, dengan jalur yang memadai, kota dapat lebih mudah menjadi tuan rumah event olahraga regional seperti marathon, yang berpotensi menarik ribuan peserta dan wisatawan.
Pemerintah Daerah dan Pusat
Keberhasilan usulan ini akan menjadi contoh sinergi antara pemerintah kota dan kementerian pusat. Jika disetujui, Probolinggo dapat menjadi model bagi kota lain di Jawa Timur yang memiliki tantangan serupa di wilayah perbatasan.
Lingkungan
Pelebaran jalan disertai perencanaan drainase yang meminimalkan genangan air, serta penggunaan material aspal berdaya serap suara untuk mengurangi polusi kebisingan. Diharapkan pula adanya penanaman kembali pohon di sepanjang koridor baru untuk menyeimbangkan jejak karbon.
Proyeksi Jangka Panjang
Jika usulan pelebaran jalan terealisasi, Probolinggo berpeluang meningkatkan kapasitas lalu lintas tahunan sebesar 25‑30%, menurunkan tingkat kemacetan pada jam puncak, dan menciptakan lapangan kerja konstruksi jangka menengah. Pada sisi sosial, akses yang lebih baik ke fasilitas publik akan memperkuat indikator kualitas hidup (HDI) kota, sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs) 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Dengan fondasi data yang kuat dari survei lapangan dan komitmen politik yang terlihat jelas, Pemkot Probolinggo berada di jalur yang tepat untuk mengubah jaringan jalan perbatasan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi regional. Langkah selanjutnya adalah menunggu respons Kementerian PUPR, sekaligus menyiapkan mekanisme pelaksanaan yang transparan dan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












