Ibu 3 Anak di Serang Kategori Miskin Ekstrem Tidak Mendapat Bantuan PKH Bertahun-Tahun
PlatMerah.com, Serang – Mariyam, seorang ibu dengan tiga anak yang tinggal di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, sudah bertahun-tahun tidak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) meskipun masuk kategori miskin ekstrem. Kondisi ini terjadi meskipun data keluarga Mariyam tercatat dalam desil dua berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Setelah suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu, kondisi ekonomi Mariyam semakin memburuk. Ia sempat tinggal di rumah peninggalan orang tuanya di Kampung Cijeruk, namun rumah tersebut mengalami kerusakan parah sehingga ia dan ketiga anaknya kini menumpang di rumah kakaknya yang juga dalam kondisi memprihatinkan karena ditinggal merantau.
Kondisi Ekonomi dan Keluarga Mariyam
Mariyam kini menghadapi kesulitan hidup yang cukup berat. Rumah peninggalan orang tuanya bocor saat hujan, dan tempat tinggal yang sekarang ditumpangi juga tidak jauh berbeda kondisinya. Meski memiliki anak yang masih membutuhkan dukungan, Mariyam sama sekali tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah dalam bentuk PKH.
Penyebab Tidak Mendapatkan Bantuan PKH
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bantuan sosial pemerintah yang ditujukan untuk keluarga kurang mampu dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan akses pendidikan serta kesehatan anak-anak mereka. Namun, penerima manfaat PKH didasarkan pada data resmi seperti DTSEN dan pemutakhiran data oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Meski Mariyam tercatat dalam kategori miskin ekstrem, tidak adanya bantuan PKH yang diterimanya kemungkinan terkait proses validasi dan pemutakhiran data yang dilakukan secara berkala. Hal ini juga terjadi pada sejumlah keluarga lain yang datanya berubah akibat faktor seperti peningkatan desil, graduasi, meninggal dunia, atau tidak ditemukan di lokasi.
Data dan Penyaluran Bantuan Sosial di Kabupaten Serang
Berdasarkan data Kementerian Sosial, penyaluran PKH triwulan III tahun 2026 telah mencapai lebih dari 7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Kabupaten Serang sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi penerima PKH di wilayahnya, namun kasus seperti Mariyam menunjukkan adanya tantangan dalam distribusi bantuan sosial tepat sasaran.
Upaya dan Harapan
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat melakukan pemutakhiran data dan pendataan yang lebih akurat untuk memastikan keluarga-keluarga seperti Mariyam dapat menerima bantuan yang layak. Pendataan yang transparan dan sistem pengelolaan data yang baik akan membantu mengoptimalkan distribusi bantuan sosial dan mencegah kesenjangan.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan evaluasi dalam penyaluran bantuan sosial agar tidak ada keluarga miskin yang terlewatkan, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi ekstrem dan kehilangan sumber penghasilan utama.
Dengan perhatian dan langkah yang tepat, diharapkan keluarga seperti Mariyam dapat segera mendapatkan bantuan yang menjadi haknya untuk memperbaiki kondisi kehidupan mereka.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













