BRI Region 13 Malang Percepat Transformasi Digital: QRIS dan BRImo Dorong Inklusi Keuangan di Jawa Timur
Percepatan Transformasi Digital di Wilayah BRI Region 13 Malang
Plat Merah – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmen dalam mendorong transformasi digital di wilayah kerja Region 13 Malang. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam mewujudkan ekonomi digital inklusif yang merata di seluruh lapisan masyarakat. Hingga Mei 2026, BRI meraih capaian signifikan dalam adopsi layanan digital, terutama pada platform QRIS BRI dan aplikasi BRImo.
Data dan Capaian Menonjol
| Layanan | Jumlah Pengguna | Nilai Transaksi (Januari-Mei 2026) |
|---|---|---|
| QRIS BRI | 382.000 merchant | Rp2,05 triliun |
| BRImo | 3,3 juta nasabah | Rp156 miliar |
Kompetitivitas QRIS BRI di Pasar
Kemajuan ini mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital BRI. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) BRI menjadi andalan karena kemampuannya menerima pembayaran dari berbagai aplikasi digital hanya dengan satu kode QR. Hal ini mempermudah merchant kecil, khususnya di kawasan pedesaan, dalam melayani transaksi konsumen.
Keunggulan QRIS BRI:
- Interoperabilitas dengan 32 aplikasi pembayaran nasional
- Biaya transaksi rendah, hingga 10 kali lebih murah dibanding kartu kredit
- Penyederhanaan proses administrasi keuangan bagi UMKM
BRImo: Super App untuk Solusi Finansial Komprehensif
Di sisi konsumen, aplikasi BRImo telah menjadi platform terintegrasi yang digunakan 3,3 juta nasabah. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk:
- Menjalankan transaksi transfer dana
- Membayar tagihan listrik, air, dan internet
- Membeli pulsa, voucher, dan produk digital lainnya
Kronologi Pengembangan BRImo:
- 2022: Peluncuran versi 1.0 dengan fitur dasar
- 2023: Integrasi layanan investasi dan pinjaman
- 2024: Penambahan fitur pembelian tiket transportasi
- 2026: Capaian 3,3 juta pengguna aktif
Mitigasi Risiko Keamanan Digital
Regional Funding Retail Transaction Banking Head BRI Malang, Triyoga Agung Wibowo, menekankan pentingnya edukasi keamanan siber. “Kemudahan digital harus diimbangi dengan kewaspadaan. Kami terus mengedukasi masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai modus kejahatan digital,” ujarnya. BRI juga menekankan pentingnya:
- Menghindari akses layanan melalui situs atau aplikasi ilegal
- Memastikan data pribadi seperti PIN dan OTP tetap rahasia
- Melaporkan kejanggalan transaksi ke call center resmi
Dampak bagi Perekonomian Wilayah
Percepatan digitalisasi ini berdampak signifikan pada perekonomian Jawa Timur. Dengan meningkatnya transaksi non-tunai, BRI berhasil:
- Meningkatkan efisiensi UMKM melalui pengurangan biaya operasional
- Mendorong pertumbuhan ekonomi digital di pedesaan
- Mengurangi risiko pencucian uang melalui transparansi transaksi
Langkah BRI ini juga mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam program Nasional Inklusi Keuangan (NIK). Pemerintah daerah setempat turut mempromosikan penggunaan QRIS di pasar tradisional dan warung-warung kecil.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Ke depan, BRI optimistis pemanfaatan layanan digital akan terus meningkat. Namun, tantangan seperti keterbatasan literasi finansial di daerah terpencil masih menjadi fokus. BRI berencana:
- Memperluas pelatihan teknis untuk pelaku usaha
- Kolaborasi dengan lembaga pendidikan untuk program edukasi keuangan
- Menyempurnakan fitur BRImo sesuai kebutuhan masyarakat pelosok
BRI Region 13 Malang berkomitmen untuk terus menjadikan teknologi sebagai pendorong ekonomi inklusif. Dengan strategi yang berkelanjutan, bank ini berharap dapat menciptakan ekosistem transaksi digital yang aman, efisien, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












