Google Bersiap Hadirkan Fitur Tap to Share: Kontak Siap Berbagi Informasi dengan Sekali Sentuh

Google Bersiap Hadirkan Fitur Tap to Share: Kontak Siap Berbagi Informasi dengan Sekali Sentuh

Plat Merah – Google terus mengembangkan ekosistem Android dengan menghadirkan fitur berbagi file ala AirDrop yang dikenal dengan nama Tap to Share. Fitur ini memungkinkan pengguna berbagi foto, video, dan kontak hanya dengan mendekatkan perangkat. Menjelang peluncuran, Google Contacts versi terbaru mulai menunjukkan perubahan signifikan, terutama pada bagian ‘Your Info’ yang kini dipindahkan ke puncak daftar kontak untuk akses cepat.

Dalam pembaruan aplikasi Google Contacts versi 4.82.29.936766038, ditemukan bahwa pengaturan ‘Your Info’ yang sebelumnya tersembunyi di menu pengaturan akan muncul langsung di bagian atas daftar kontak. Perubahan ini memudahkan pengguna untuk mengakses dan membagikan informasi pribadi seperti nama, nomor telepon, dan email dengan cepat. Selain itu, tampilan pengeditan data juga diperbarui dengan integrasi akun Google yang lebih langsung, menampilkan foto profil dan email secara otomatis.

Fitur Tap to Share sendiri diyakini akan menjadi salah satu andalan Android dalam hal berbagi data. Dengan memanfaatkan teknologi NFC dan koneksi peer-to-peer, pengguna dapat mentransfer file tanpa perlu aplikasi pihak ketiga. Google juga telah menyematkan referensi kode yang menghubungkan ‘Your Info’ dengan Tap to Share, menandakan bahwa kedua fitur ini akan saling terintegrasi.

Di sisi lain, persaingan browser kian memanas. Google Chrome masih mendominasi pasar berkat integrasi AI generatif dalam pencarian. Namun, munculnya browser-browser baru seperti Perplexity Comet, Dia dari The Browser Company, Opera Neon, dan Atlas dari OpenAI menunjukkan bahwa pertarungan kini bergeser ke kecerdasan buatan. Browser-browser ini tidak hanya menampilkan hasil pencarian, tetapi juga bertindak sebagai asisten yang dapat menyelesaikan tugas, seperti merangkum email atau mengirim undangan rapat.

Google sendiri terus berinovasi di berbagai bidang. Di sektor kecerdasan buatan, Anthropic—perusahaan di balik model Claude—dilaporkan sedang menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI khusus. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada Nvidia dan meningkatkan efisiensi komputasi. Saat ini, Anthropic menggunakan Tensor Processing Units (TPU) dari Google, prosesor Trainium dari Amazon, dan GPU Nvidia untuk melatih modelnya. Jika kerja sama terwujud, chip buatan Samsung akan menjadi tambahan dalam portofolio perangkat keras AI.

Di luar teknologi, Google juga menjadi alat untuk melihat tren konsumen. Studi terbaru menunjukkan bahwa Halo Top menjadi merek es krim yang paling banyak dicari di Amerika Serikat sepanjang tahun 2025-2026. Merek yang mengusung konsep rendah kalori dan tinggi protein ini berhasil menarik perhatian publik, mengalahkan merek-merek besar seperti Cold Stone Creamery dan Häagen-Dazs. Fenomena ini menunjukkan bagaimana Google Search mencerminkan perubahan preferensi konsumen menuju gaya hidup sehat.

Sementara itu, di dunia olahraga, Piala Dunia 2026 menyajikan pertandingan Argentina melawan Cape Verde di babak 32 besar. Lionel Messi yang sedang dalam performa gemilang mencetak enam gol di fase grup, menjadi sorotan utama. Pertandingan ini dapat diikuti melalui siaran langsung di berbagai platform, dan Google menjadi salah satu sumber utama untuk mencari jadwal serta informasi terkait.

Kesimpulannya, Google terus memainkan peran sentral dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari inovasi fitur berbagi kontak, persaingan browser berbasis AI, hingga menjadi barometer tren konsumen. Integrasi AI dalam berbagai produk Google semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin teknologi global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup