Peneliti BRIN Daerah Harus Berinovasi untuk Percepat Pembangunan
Plat Merah – Jember – Gagasan inovasi menjadi kunci utama bagi percepatan pembangunan daerah di era transisi ekonomi global saat ini. Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengajak pemerintah daerah meninggalkan budaya mengeluh dan beralih ke mindset inovatif. Hal ini disampaikannya saat Sarasehan Nasional bertema “Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah” dalam acara KAUJE Fest 2026, di Gedung Soejarwo Universitas Jember, Jumat (3/6/2026).
Konteks Ketergantungan Daerah pada Sistem Sentral
Indonesia memiliki lebih dari 500 pemerintah daerah yang mengelola 34 provinsi. Namun, sebagian besar kepala daerah masih bergantung pada arahan pusat untuk pengambilan kebijakan, sementara potensi inovasi lokal belum dimaksimalkan. Data Kementerian Dalam Negeri 2025 menunjukkan hanya 23% daerah yang memiliki program inovasi berbasis teknologi. “Budaya mengeluh tidak akan memajukan bangsa. Kita perlu pihak yang berani menerobos dan berpikir out of the box,” tegas Prof. Siti Zuhro.
| Program BRIN | Deskripsi | Dampak |
|---|---|---|
| Bimbingan Teknis BRIN | Pendampingan teknis untuk desa prioritas | Meningkatkan kapasitas SDM dan inovasi lokal |
| Riset Kolaboratif | Kerja sama akademisi dan pemerintah daerah | Mempercepat solusi berbasis data |
Kolaborasi Akademisi dengan Pemerintah
Rektor Universitas Jember, Prof. Iwan Taruna, menegaskan kampus memiliki peran strategis sebagai ruang lahirnya gagasan pembangunan. “Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan alumni akan menghasilkan solusi nyata,” kata Prof. Iwan. Salah satu contoh sukses kolaborasi ini adalah program pertanian digital di Kabupaten Banyuwangi yang menggabungkan teknologi IoT dengan praktik pertanian tradisional.
- Desa Prioritas BRIN: 500 desa akan dipilih untuk program bimbingan teknis
- Kampus Inovasi: 15 universitas dipersiapkan menjadi pusat riset daerah
- Kemitraan SWASTA: Perusahaan teknologi diajak berpartisipasi dalam proyek daerah
Implikasi Inovasi Daerah
Implementasi inovasi daerah berdampak pada tiga sektor utama:
- Ekonomi: Meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) hingga 15-20%
- Sosial: Membuka 100.000 peluang kerja di 100 desa prioritas
- Lingkungan: Mengurangi emisi karbon melalui teknologi hijau
Kronologi KAUJE Fest 2026
Sarasehan Nasional menjadi pembuka rangkaian KAUJE Fest 2026 yang mengusung tema “Satu Hati dalam Harmoni”. Berikut detail kegiatannya:
| Kegiatan | Tanggal | Lokasi |
|---|---|---|
| Sarasehan Nasional | 3 Juni 2026 | Universitas Jember |
| Jalan Gembira Nasional | 5 Juni 2026 | Seluruh provinsi |
| KAUJE Run | 6-7 Juni 2026 | Jember dan luar kota |
Perubahan mental ke arah inovasi membutuhkan ekosistem dukungan yang kuat, termasuk pelatihan manajemen risiko dan regulasi yang lebih fleksibel. BRIN telah menyiapkan 100 paket bantuan teknis khusus untuk 100 kabupaten yang mengusulkan inovasi daerah. “Kita butuh kepemimpinan yang berani mengambil risiko,” pungkas Prof. Siti Zuhro saat sesi tanya jawab.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








