Microsoft Gencar Edukasi Sales untuk Saingi OpenAI dan Anthropic, Copilot Jadi Andalan
Plat Merah – Microsoft dikabarkan tengah melatih tim penjualannya untuk secara agresif menantang OpenAI dan Anthropic, dua perusahaan AI terkemuka yang selama ini juga menjadi mitra strategisnya. Langkah ini menandai babak baru persaingan di industri kecerdasan buatan, di mana Microsoft ingin memposisikan Copilot sebagai solusi AI enterprise yang paling komprehensif.
Dalam pertemuan internal untuk tahun fiskal 2027, eksekutif Microsoft memberikan panduan kepada staf penjualan untuk membandingkan produk AI mereka dengan milik OpenAI, Anthropic, dan Google. Poin utama yang ditekankan adalah biaya lebih rendah, keamanan terintegrasi, serta kemampuan Microsoft menyediakan sistem enterprise end-to-end. Jay Parikh, wakil presiden eksekutif Microsoft, menegaskan bahwa pesaing hanya menjual komponen terpisah, sementara Microsoft menawarkan paket lengkap yang mencakup Copilot, Azure, Microsoft 365, alat identitas, kontrol keamanan, dan model AI dalam satu kesatuan.
Jacob Andreou, wakil presiden eksekutif Copilot, dilaporkan membandingkan langsung Microsoft Copilot dengan Claude milik Anthropic. Ia mengklaim Claude lebih lambat, hasilnya kurang akurat, dan tidak memiliki integrasi keamanan yang memadai di aplikasi kerja Microsoft. Namun, klaim tersebut berasal dari presentasi internal, bukan tolok ukur publik independen. Para pelaku bisnis disarankan untuk menguji produk dengan dokumen dan alur kerja mereka sendiri sebelum mempercayai perbandingan vendor mana pun.
Di sisi lain, Microsoft juga mengambil langkah strategis dengan mengevaluasi model AI open source asal China, Kimi K3, untuk diterapkan pada Copilot. Menurut laporan, Microsoft berpotensi menghemat biaya inferensi hingga 600 juta dolar AS (sekitar Rp10,73 triliun) jika menggunakan Kimi K3. Langkah ini juga dapat mengurangi ketergantungan Microsoft pada OpenAI dan Anthropic. Sebelumnya, Microsoft sempat mempertimbangkan DeepSeek V4 untuk mendukung layanan Copilot Cowork.
Sementara itu, Microsoft mengumumkan akan menghentikan fitur Deep Research dan Podcasts di aplikasi Copilot konsumen mulai 18 Agustus 2026. Deep Research akan tetap tersedia bagi pelanggan Microsoft 365 Premium melalui fitur Researcher, sedangkan Podcasts akan dihapus total tanpa opsi ekspor. Langkah ini menuai beragam reaksi, namun bagi pengamat seperti Paul Thurrott, ini adalah kabar baik karena menyederhanakan dokumentasi produk.
Di tengah perubahan tersebut, Microsoft terus menggenjot investasi AI. Perusahaan mengeluarkan belanja modal rekor sebesar 190 miliar dolar AS, didukung permintaan yang terkonfirmasi. Kapasitas Azure masih tertinggal dari kebutuhan pelanggan, dengan kontrak obligasi mencapai 627 miliar dolar AS. Adopsi Copilot dan GitHub Copilot semakin cepat, dengan model penetapan harga berbasis pemakaian yang mendorong pendapatan berulang dan integrasi enterprise yang lebih dalam.
Kesimpulannya, Microsoft tengah melakukan transformasi besar-besaran dalam strategi AI-nya. Dari pelatihan sales untuk bersaing langsung dengan OpenAI dan Anthropic, hingga evaluasi model AI alternatif seperti Kimi K3, perusahaan asal Redmond ini jelas ingin menguasai tumpukan AI enterprise. Meskipun ada penghentian beberapa fitur konsumen, fokus pada layanan berbayar dan integrasi sistem menunjukkan komitmen Microsoft untuk menjadi pemimpin pasar AI jangka panjang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












