Kuasa Hukum Eks Kabaranahan Kemhan Datangi Jokowi, Minta Hadir Jadi Saksi dalam Kasus Satelit Slot Orbit

Kuasa Hukum Eks Kabaranahan Kemhan Datangi Jokowi, Minta Hadir Jadi Saksi dalam Kasus Satelit Slot Orbit

Plat Merah – Kuasa hukum eks kabaranahan Kemhan datangi Jokowi minta hadir jadi saksi kasus satelit slot orbit [titlebase] pada Senin, 25 Mei 2026, di kediaman Presiden di Solo. Tim kuasa hukum Laksamana Muda TNI (Purn) Leonardi, dipimpin oleh Rinto bersama dua rekannya, Jatendra Hutabarat dan Hincat Silalahi, mengajukan permohonan resmi agar Presiden Joko Widodo menjadi saksi dalam persidangan perkara dugaan korupsi satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur di Pengadilan Militer Tinggi Jakarta.

Menurut keterangan yang diterima pada Selasa, 26 Mei 2026, tim hukum tersebut menyampaikan surat permohonan melalui pihak Paspampres setelah upaya menemui Presiden secara langsung tidak berhasil. Surat itu juga menyalurkan permohonan kepada Ketua Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta untuk mengundang Jokowi serta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebagai saksi. Rinto menjelaskan bahwa kehadiran Presiden dianggap krusial karena pada Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet 3-4 Desember 2015, Presiden memberikan arahan strategis terkait penyelamatan slot orbit 123 derajat Bujur Timur, yang kemudian menjadi inti persidangan.

Dalam pernyataannya, Rinto menegaskan bahwa kliennya tidak menerima gratifikasi atau keuntungan pribadi apapun dari proyek satelit tersebut. Ia menambahkan, “Kami memiliki dokumen resmi yang menunjukkan bahwa instruksi penyelamatan slot orbit tersebut berasal dari kebijakan negara, bukan dari kepentingan pribadi.” Dokumen tersebut diperkirakan dapat memperkuat argumen pembelaan bahwa tidak ada unsur korupsi yang melibatkan pihak militer atau pejabat terkait.

Kasus satelit slot orbit ini bermula ketika proyek satelit komunikasi pertahanan Indonesia mengalami kegagalan teknis dan finansial, mengakibatkan Indonesia kehilangan hak atas slot orbit 123 derajat Bujur Timur sejak Desember 2024. Pemerintah menilai bahwa kegagalan tersebut menimbulkan kerugian negara yang signifikan, memicu penyelidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kemudian dibawa ke Pengadilan Militer.

Para pengamat menilai bahwa kehadiran Presiden sebagai saksi dapat memberikan kejelasan mengenai keputusan politik yang diambil pada masa jabatan sebelumnya, serta menyingkap apakah ada tekanan atau intervensi yang memengaruhi proses pengadaan satelit. Sebagai tambahan, kehadiran Menteri Pertahanan Ryacudu diharapkan dapat memberikan perspektif teknis dan administratif terkait proyek satelit.

Sejauh ini, proses hukum masih berlangsung, dengan persidangan dijadwalkan akan memasuki fase pembuktian pada pertengahan Agustus 2026. Pihak pembela menyiapkan saksi-saksi lain, termasuk pejabat Kementerian Pertahanan dan sejumlah ahli luar negeri yang terlibat dalam perencanaan orbit satelit. Sementara itu, publik menantikan transparansi penuh mengenai penggunaan anggaran pertahanan dan dampak kehilangan slot orbit bagi kedaulatan ruang angkasa Indonesia.

Kasus ini juga menimbulkan perdebatan politik yang meluas, dengan beberapa partai menuntut akuntabilitas penuh terhadap keputusan strategis yang diambil pada masa pemerintahan sebelumnya. Di sisi lain, pendukung kebijakan pertahanan berargumen bahwa keputusan penyelamatan slot orbit merupakan langkah preventif yang wajar dalam konteks keamanan nasional.

Dengan tekanan politik dan hukum yang terus meningkat, kehadiran Jokowi sebagai saksi dapat menjadi faktor penentu dalam menentukan arah penyelesaian kasus satelit slot orbit ini. Apapun hasilnya, kasus ini menegaskan pentingnya tata kelola yang transparan dalam proyek-proyek strategis yang menyangkut kedaulatan dan keamanan negara.

Kesimpulannya, upaya kuasa hukum eks kabaranahan Kemhan untuk mengundang Presiden sebagai saksi menunjukkan betapa kritisnya peran kebijakan tinggi dalam proses hukum. Persidangan yang akan datang diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta penting, sekaligus menjadi pelajaran bagi penanganan proyek-proyek strategis di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup