Trump Sebut Wali Kota Chicago Tak Berguna, Kenapa?

Trump Sebut Wali Kota Chicago Tak Berguna, Kenapa?

Plat Merah – Trump sebut wali kota Chicago tak berguna, kenapa? Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut Wali Kota Chicago, Brandon Johnson, tidak berguna. Ujaran ini disampaikan Trump karena Johnson telah menggelar pertemuan dengan Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, pada Jumat (29/5/2026) lalu. Trump menyebut bahwa Johnson tidak berguna karena telah menyinggung isu Iran dalam unggahan di Truth Social. Johnson membalas kritik Trump dengan menyoroti dampak perang AS-Iran terhadap ekonomi rakyat, terutama kenaikan harga akibat terganggunya pasokan minyak dari Selat Hormuz. Kunjungan Johnson ke Vatikan dilakukan untuk bersilaturahmi dengan Paus Leo XIV yang berasal dari Chicago, sementara hubungan Trump dan Paus masih tegang sejak kecaman atas serangan AS ke Iran. Paus Leo XIV merupakan pemimpin Vatikan pertama yang berdarah AS dan merupakan warga asli Chicago, kota yang kini dipimpin oleh Johnson. Usai berkunjung ke Vatikan, Johnson memuji Paus Leo sebagai pemimpin yang hebat. Sebagai informasi, hubungan Trump dengan Paus Leo kini masih panas. Sebab, pada April lalu, pemimpin Vatikan itu mengecam serangan AS ke Iran. Ia menyebut serangan tersebut telah melanggar hukum internasional. Trump tidak terima Paus Leo mengecam serangan AS ke Iran. Oleh karena itu, sejak April lalu, presiden yang kini berusia 79 tahun itu kerap melontarkan pernyataan-pernyataan pedas yang menyindir sang paus. Trump juga pernah mengatakan bahwa Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan dan buruk untuk kebijakan luar negeri. Saya bukan penggemar berat Paus Leo," ujar Trump.

Warga Chicago sudah muak dengan perang (Donald) Trump yang menghujat di Iran. Seseorang harus menjelaskan kepada presiden bahwa dia hanya mempersulit keluarga pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka," kata Johnson dalam pernyataan resminya yang dikutip CBS. Johnson sendiri mengunjungi Vatikan untuk bersilaturahmi dengan Paus Leo. Sebab, Paus Leo merupakan pemimpin Vatikan pertama yang berdarah AS. Paus Leo juga merupakan warga asli Chicago, kota yang kini dipimpin oleh Johnson. Usai berkunjung ke Vatikan, Johnson memuji Paus Leo sebagai pemimpin yang hebat. Bergabung dengan komunitas iman Chicago kami dan Yang Mulia Paus Leo XIV untuk doa lintas agama di Vatikan. Kemarin, adalah salah satu pengalaman paling mengagumkan dan merendahkan hati dalam hidup saya," tulis Johnson dalam sebuah unggahan di X pada Jumat. Sebagai informasi, hubungan Trump dengan Paus Leo kini masih panas. Sebab, pada April lalu, pemimpin Vatikan itu mengecam serangan AS ke Iran. Ia menyebut serangan tersebut telah melanggar hukum internasional. Trump tidak terima Paus Leo mengecam serangan AS ke Iran. Oleh karena itu, sejak April lalu, presiden yang kini berusia 79 tahun itu kerap melontarkan pernyataan-pernyataan pedas yang menyindir sang paus. Trump juga pernah mengatakan bahwa Paus Leo lemah dalam menangani kejahatan dan buruk untuk kebijakan luar negeri. Saya bukan penggemar berat Paus Leo," ujar Trump.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup