Kolaborasi PERSIARI dan SBW Perkuat Kualitas SDM di Jawa Timur

Kolaborasi PERSIARI dan SBW Perkuat Kualitas SDM di Jawa Timur

Plat Merah – Surabaya, 26 Juli 2026 – Pada Senin 13 Juli 2026, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PERSIARI Jawa Timur menggelar audiensi strategis dengan Pengurus Koperasi Konsumen Setia Bhakti Wanita (SBW) Jawa Timur. Pertemuan yang berlangsung di lantai 5 Gedung GRHA SBW, Jalan Jemur Andayani No. 55, Surabaya ini menandai langkah awal kolaborasi yang diharapkan dapat mengangkat kualitas sumber daya manusia (SDM) anggota koperasi sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan.

Latar Belakang Kolaborasi

Indonesia tengah berada pada fase transformasi ekonomi digital, di mana kompetensi komunikasi, penyiaran, dan public speaking menjadi aset penting bagi para profesional maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Koperasi, sebagai salah satu pilar ekonomi rakyat, membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi efektif dengan pasar, lembaga keuangan, dan regulator.

PERSIARI, organisasi profesi yang berfokus pada pengembangan kompetensi komunikasi, melihat potensi besar untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM koperasi. Sementara itu, SBW, koperasi konsumen khusus perempuan, memiliki basis anggota sekitar 10.000 orang di Jawa Timur, yang sebagian besar masih membutuhkan pembekalan soft skill agar dapat bersaing di era digital.

Detail Audiensi di Surabaya

Pertemuan dimulai pukul 14.00 WIB dan dipandu oleh Ketua DPW PERSIARI Jawa Timur, Adi Widodo, serta Ketua Pengurus SBW Jawa Timur, Dra. Chandra Fatmawati. Suasana hangat dan penuh semangat sinergi ditandai dengan pertukaran pandangan mengenai kebutuhan konkret anggota SBW serta potensi program PERSIARI yang dapat diintegrasikan.

Berikut rangkaian agenda yang dibahas dalam audiensi:

  • Pemetaan kebutuhan kompetensi komunikasi anggota SBW.
  • Pengembangan kurikulum pelatihan public speaking yang relevan.
  • Skema pembiayaan bersama antara PERSIARI, SBW, dan kemungkinan sponsor pemerintah daerah.
  • Rencana pelaksanaan pilot program pada kuartal ketiga 2026.

Program yang Direncanakan

Setelah analisis kebutuhan, kedua belah pihak sepakat untuk meluncurkan tiga program utama selama tahun 2026:

ProgramDurasiTarget Peserta
Pelatihan Public Speaking3 hariPengurus & 200 anggota per batch
Workshop Penyiaran Digital2 hariAnggota aktif & pemilik usaha kecil
Mentoring Komunikasi Bisnis6 bulanKelompok fokus 50 koperasi terpilih

Setiap modul dirancang dengan pendekatan experiential learning, melibatkan simulasi situasi nyata, evaluasi peer‑to‑peer, serta sertifikasi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dampak bagi Anggota dan Koperasi

Implementasi program ini diharapkan menghasilkan dampak multidimensi:

  • Peningkatan daya saing: Anggota yang menguasai teknik presentasi dan penyiaran dapat mempromosikan produk koperasi secara lebih efektif, meningkatkan penjualan hingga 15‑20% dalam satu tahun pertama.
  • Peningkatan partisipasi perempuan: Karena SBW berfokus pada perempuan, pelatihan ini juga memberdayakan wanita untuk mengambil peran kepemimpinan di dalam koperasi.
  • Penguatan jejaring: Kolaborasi membuka peluang kerjasama lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan sponsor korporat.
  • Pengembangan SDM berkelanjutan: Model mentoring 6‑bulan memastikan transfer pengetahuan yang tidak bersifat sekali pakai.

Implikasi bagi Pemerintah dan Industri

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat memanfaatkan hasil program sebagai model replikasi di wilayah lain, mendukung agenda nasional peningkatan kualitas SDM. Industri kreatif, khususnya media lokal, berpotensi menjadi mitra penyedia konten pelatihan, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.

Tantangan dan Prospek Kedepan

Meski prospek positif, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi:

  • Keterbatasan anggaran: Meskipun ada skema pembiayaan bersama, kebutuhan pendanaan untuk trainer profesional dan fasilitas masih signifikan.
  • Resistensi perubahan: Beberapa anggota koperasi yang terbiasa dengan metode tradisional mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengadopsi teknologi komunikasi modern.
  • Monitoring dan evaluasi: Tanpa sistem pelaporan yang terintegrasi, penilaian efektivitas program dapat menjadi tidak akurat.

Untuk mengatasi hal tersebut, DPW PERSIARI berencana mengembangkan platform digital berbasis cloud yang memungkinkan pencatatan kehadiran, penilaian kompetensi, serta umpan balik real‑time.

Kronologi Singkat

  1. 13 Juli 2026 – Audiensi DPW PERSIARI Jawa Timur dengan Pengurus SBW Jawa Timur di Surabaya.
  2. 20 Juli 2026 – Penyusunan proposal program bersama dan pengajuan dana ke Dinas Koperasi Provinsi.
  3. 5 Agustus 2026 – Penetapan tim kerja gabungan dan penunjukan trainer utama.
  4. 15 September 2026 – Peluncuran pilot program Pelatihan Public Speaking batch pertama.
  5. 30 November 2026 – Evaluasi tengah tahun dan penyesuaian modul berdasarkan umpan balik peserta.

Harapan Kedepan

Adi Widodo menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek satu kali, melainkan pondasi bagi ekosistem pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. “Kami ingin menciptakan jaringan kompetensi yang dapat diakses oleh semua koperasi, tidak hanya SBW,” ujarnya.

Dra. Chandra Fatmawati menambahkan, “Dengan kemampuan public speaking yang kuat, anggota kami tidak hanya dapat menjual produk, tetapi juga mengadvokasi hak‑hak perempuan dalam ekonomi lokal. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga.”

Seiring program berjalan, mata publik akan memantau bagaimana sinergi antara organisasi profesi dan koperasi dapat menjadi model inovatif dalam memperkuat SDM Indonesia. Jika berhasil, kolaborasi PERSIARI‑SBW dapat menjadi blueprint bagi provinsi lain, menandai era baru pemberdayaan ekonomi berbasis kompetensi komunikasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup