Kenny Dalglish Ungkap Diagnosis Kanker, Indonesia Perkuat Skrining Kanker Kolorektal untuk Deteksi Dini
Plat Merah – Berita duka datang dari dunia sepak bola internasional ketika legenda Liverpool, Sir Kenny Dalglish, mengumumkan bahwa ia tengah berjuang melawan kanker. Pengumuman ini muncul setelah sebuah unggahan media sosial yang tidak sengaja tersebar, memaksa sang ikon berusia 75 tahun untuk mengklarifikasi kondisi kesehatannya. Dalglish menegaskan bahwa perawatan onkologi yang dijalani berjalan baik, namun ia meminta agar privasi dirinya dan keluarga dihormati selama proses penyembuhan.
Sementara itu, di tanah air, perhatian publik kini teralih pada upaya pencegahan dan deteksi dini kanker, khususnya kanker kolorektal yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) bersama Kementerian Kesehatan meluncurkan program skrining berbasis tes FIT (Fecal Immunochemical Test) untuk menurunkan angka mortalitas yang diperkirakan mencapai lebih dari 19.000 jiwa per tahun.
Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Ketua PB PGI, Indonesia masih tertinggal dalam hal skrining kanker kolorektal dibandingkan negara tetangga seperti Taiwan dan Jepang. “Jika data menunjukkan bahwa deteksi di usia 40 tahun di Jepang dapat menemukan 50% polip dan 1% kanker, maka Indonesia harus segera meniru strategi tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan pada akhir Mei 2026.
Program skrining FIT yang kini diperluas ke sejumlah puskesmas di seluruh Indonesia diharapkan dapat mengidentifikasi kasus sejak tahap prekanker, sehingga intervensi medis dapat dilakukan lebih awal. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kapasitas layanan rujukan, memastikan pasien yang terdeteksi positif mendapatkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Di sisi lain, dukungan klub Liverpool tidak berkurang. Klub tersebut mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan dukungan penuh kepada Dalglish, mengirimkan doa dan harapan terbaik, serta menegaskan pentingnya menghormati privasi keluarga sang legenda. Pernyataan ini muncul hanya 24 jam setelah Kevin Keegan, mantan pemain dan pelatih lain, mengumumkan bahwa ia sedang melawan kanker stadium empat, menandakan bahwa dunia sepak bola Inggris tengah menghadapi krisis kesehatan yang signifikan.
Keberanian Dalglish untuk berbagi perjuangannya, meski dengan cara yang tidak direncanakan, memberikan sorotan penting pada isu kesehatan mental dan fisik para atlet pasca karier. Banyak pihak menilai bahwa keterbukaan ini dapat memotivasi lebih banyak orang untuk melakukan pemeriksaan rutin, terutama mengingat statistik menakutkan mengenai kanker kolorektal di Indonesia.
Data terbaru menunjukkan bahwa kanker kolorektal menempati peringkat keempat dalam kasus baru dan kelima dalam kematian terkait kanker di Indonesia. Faktor risiko utama meliputi pola makan tinggi daging merah, kurangnya konsumsi sayur, serta gaya hidup sedentari. Oleh karena itu, selain skrining, kampanye edukasi gizi dan aktivitas fisik juga menjadi bagian integral dari strategi nasional.
Para ahli menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, antara pemerintah, lembaga kesehatan, serta organisasi non‑profit untuk menciptakan ekosistem deteksi dini yang efektif. Dengan memperkuat jaringan rujukan, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan menyediakan tes skrining yang terjangkau, Indonesia dapat menurunkan angka kematian akibat kanker kolorektal secara signifikan dalam dekade mendatang.
Kasus Kenny Dalglish dan Kevin Keegan menjadi pengingat bahwa kanker tidak memandang status sosial atau prestasi. Kedua tokoh tersebut kini menjadi simbol harapan bagi jutaan penderita kanker di seluruh dunia, menegaskan bahwa perawatan yang tepat dan dukungan moral dapat menjadi kunci dalam melawan penyakit mematikan ini.
Upaya bersama antara dunia olahraga dan sektor kesehatan diharapkan dapat mempercepat pencapaian target deteksi dini nasional, sekaligus memberikan dukungan moral bagi para pahlawan yang sedang berjuang melawan kanker.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









