Teror KKB Makin Meresahkan, 104 Warga Distrik Manggelum Mengungsi Gegara Takut KKB

Teror KKB Makin Meresahkan, 104 Warga Distrik Manggelum Mengungsi Gegara Takut KKB

Plat Merah – Sebanyak 104 warga Distrik Manggelum mengungsi gegara takut KKB ke Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Mereka meninggalkan kampung halaman setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) dilaporkan masuk dan membakar fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Putra Perdana mengonfirmasi bahwa para pengungsi, termasuk anak-anak, tiba di Tanah Merah pada Sabtu (6/6) menggunakan perahu motor.

“Mereka mengungsi akibat situasi keamanan di wilayah tersebut tidak kondusif setelah kedatangan KKB yang dilaporkan juga membakar fasilitas kesehatan di wilayah itu,” kata Wisnu, Minggu (7/6). Sebelum sampai di Tanah Merah, para pengungsi sempat singgah di Distrik Kouh yang membantu mengamankan perjalanan mereka. Saat ini, mereka ditampung di aula Mapolres Boven Digoel dan telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari petugas.

Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi teror KKB di Papua. Sebelumnya, Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap seorang pemasok senjata api dan amunisi berinisial YK (52) di Sarmi. YK diduga menyalurkan senjata ke jaringan KKB di Yalimo dan Yahukimo, termasuk ke kelompok pimpinan Simeon Payage. Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi yang dimulai sejak Maret lalu, yang telah menangkap sejumlah pelaku dengan peran berbeda, mulai dari penyandang dana hingga perantara transaksi.

Polres Boven Digoel terus berkoordinasi dengan Pemkab Boven Digoel, Kodim, dan instansi terkait untuk memastikan keamanan serta kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. “Kami juga terus berkoordinasi dengan TNI dan Pemda Boven Digoel terkait masalah keamanan di Distrik Manggelum agar kembali kondusif sehingga masyarakat bisa pulang ke kampung halamannya dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman,” tambah Wisnu.

Kejadian 104 warga Distrik Manggelum mengungsi gegara takut KKB ini menjadi pengingat bahwa situasi keamanan di Papua masih rapuh. Warga yang terpaksa meninggalkan rumah dan mata pencaharian mereka membutuhkan jaminan keamanan dan bantuan kemanusiaan. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan dapat segera memulihkan kondisi agar para pengungsi dapat kembali ke rumah mereka. Sementara itu, upaya penegakan hukum terhadap jaringan pemasok senjata KKB terus dilakukan untuk memutus rantai aksi teror di Bumi Cenderawasih.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup