SD Yapis Waghete I di Deiyai Ludes Terbakar, Kodam Cenderawasih Curiga Ulah OPM
Plat Merah – Bangunan SD Yapis Waghete I di Deiyai terbakar habis, Kodam Cenderawasih duga pelaku kelompok OPM. Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (4/6/2026) dini hari di Kampung Waghete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Kobaran api melahap habis seluruh bangunan sekolah yang menjadi tumpuan pendidikan bagi ratusan anak di wilayah tersebut.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengonfirmasi bahwa dugaan sementara pelaku pembakaran adalah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). “Bangunan SD Yapis Waghete I di Deiyai terbakar habis, Kodam Cenderawasih duga pelaku kelompok OPM. Kami mengecam keras aksi biadab ini yang menyasar fasilitas pendidikan,” ujar Tri Purwanto dalam keterangan resmi, Sabtu (6/6/2026) petang.
Dari hasil penyelidikan awal, aparat menemukan indikasi bahwa pelaku masuk melalui bagian belakang sekolah setelah memotong pagar seng yang mengelilingi area bangunan. Kerugian akibat pembakaran ini ditaksir mencapai Rp 2 miliar. Lebih memprihatinkan lagi, ratusan anak-anak Deiyai kini kehilangan tempat belajar. Sekolah yang terbakar merupakan satu-satunya SD di wilayah tersebut yang melayani pendidikan dasar bagi masyarakat setempat.
“Bangunan SD Yapis Waghete I di Deiyai terbakar habis, Kodam Cenderawasih duga pelaku kelompok OPM. Kami akan mengusut tuntas pelaku yang sengaja membakar sekolah ini. Sekolah adalah sarana penting untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa, termasuk anak-anak Papua yang tengah berjuang meraih masa depan lebih baik melalui pendidikan,” tegas Kapendam.
Peristiwa ini memicu keprihatinan luas dari berbagai pihak. Pemerintah daerah setempat berjanji akan segera menyediakan tempat belajar darurat bagi para siswa yang terdampak. Sementara itu, aparat keamanan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta melaporkan setiap informasi mencurigakan kepada pihak berwenang.
Aksi pembakaran fasilitas pendidikan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Papua. Sebelumnya, KKB juga kerap menargetkan sekolah, puskesmas, dan infrastruktur publik lainnya sebagai bentuk teror. Namun, kali ini sasaran adalah SD Yapis Waghete I yang menjadi simbol harapan bagi anak-anak Deiyai. Bangunan SD Yapis Waghete I di Deiyai terbakar habis, Kodam Cenderawasih duga pelaku kelompok OPM, dan hal ini menunjukkan betapa rentannya layanan pendidikan di wilayah konflik.
Pihak Kodam Cenderawasih berkomitmen untuk memperkuat pengamanan di area sekolah dan fasilitas publik lainnya. Selain itu, upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata akan terus ditingkatkan. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, dan anak-anak Papua dapat kembali menikmati pendidikan dengan aman.
Kesimpulannya, peristiwa pembakaran SD Yapis Waghete I di Deiyai merupakan aksi keji yang tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda Papua. Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk memulihkan kembali kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









