Bupati Deli Serdang Perkuat Dukungan bagi Petani: Kebijakan, Infrastruktur, dan Dampaknya
Latar Belakang Kebutuhan Petani di Deli Serdang
Plat Merah – Petani di Kabupaten Deli Serdang, khususnya di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, menghadapi tantangan struktural yang sudah berlangsung lama. Harga pestisida yang terus meningkat, keterbatasan akses terhadap alat mesin pertanian (alsintan), serta jaringan irigasi yang tidak merata membuat produktivitas padi menurun. Selain itu, infrastruktur jalan yang rusak menghambat distribusi hasil panen ke pasar. Kondisi ini tidak hanya menurunkan pendapatan petani, tetapi juga mengancam ketahanan pangan daerah, mengingat Deli Serdang merupakan salah satu lumbung beras Sumatera Utara.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menggelar dialog terbuka pada 17 Juli 2026 bersama Kelompok Tani Banjar Samosir. Dialog ini menjadi titik awal serangkaian kebijakan yang diarahkan untuk menurunkan biaya produksi, meningkatkan akses teknologi, dan memperbaiki infrastruktur pedesaan.
Kebijakan dan Program Utama yang Diluncurkan
Berbagai program konkret dirancang untuk menjawab masalah yang diutarakan petani. Berikut rangkuman kebijakan utama:
- Penambahan Alsintan Melalui UPT Pertanian – Alat akan disediakan secara gratis dengan sistem peminjaman; petani hanya menanggung biaya bahan bakar.
- Penyediaan Pestisida Melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) – KDMP ditunjuk sebagai penyalur resmi, sehingga harga dapat ditekan.
- Optimalisasi Gedung KUD yang Tidak Aktif – Gedung akan diubah menjadi lumbung padi untuk penyimpanan hasil panen.
- Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur – Pembangunan jembatan, pengerasan jalan di Dusun III dan IV, serta perbaikan jalan usaha tani.
- Normalisasi Irigasi – Peminjaman alat berat secara gratis untuk menormalkan irigasi sepanjang 10 km sebelum musim tanam September.
Rincian Program Alsintan
| Jenis Alat | Jumlah Unit | Target Pengguna |
|---|---|---|
| Traktor Mini | 12 | Kelompok Tani Banjar Samosir |
| Rotavator | 8 | Petani mandiri di Dusun III |
| Alat Penyiang Padi | 5 | Koperasi lokal |
Infrastruktur: Jembatan, Jalan, dan Lumbung Padi
Pembangunan infrastruktur diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensi. Jembatan yang menghubungkan lahan sawah dengan jalan utama akan selesai pada akhir tahun 2026. Sementara itu, pengerasan jalan di Dusun III dan IV dijadwalkan selesai tiga bulan sebelum musim tanam, memastikan truk pengangkut dapat melintas tanpa terganggu lumpur.
- Jembatan baru: estimasi biaya Rp 2,5 miliar, lokasi di Jalan Raya Beringin – Desa Sidoarjo II.
- Pengerasan jalan Dusun III: 1,2 km, biaya Rp 1,1 miliar.
- Pengerasan jalan Dusun IV: 0,9 km, biaya Rp 850 juta.
- Konversi KUD menjadi lumbung padi: kapasitas 1.500 ton, investasi awal Rp 600 juta.
Normalisasi Irigasi: Mengatasi Tantangan Air
Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) meminta lanjutan kerja normalisasi pada 1 km pertama yang sudah selesai pada Juli. Pemerintah kabupaten menjanjikan alat berat – bulldozer dan excavator – akan dipinjamkan secara gratis pada Agustus, sehingga total 10 km jaringan irigasi dapat selesai sebelum penanaman padi pada September.
Normalisasi ini diharapkan meningkatkan distribusi air hingga 30 % pada lahan kering, sekaligus menurunkan risiko banjir di daerah rendah. Dengan aliran air yang lebih terkontrol, petani dapat menyesuaikan jadwal tanam dan mengurangi penggunaan pestisida berlebih.
Dampak dan Implikasi Bagi Berbagai Pihak
Bagi Petani: Penurunan biaya produksi diperkirakan mencapai 15 % karena alih daya alat dan pestisida yang lebih murah. Akses ke alsintan meningkatkan produktivitas lahan rata‑rata 1,2 ton/ha.
Bagi Pemerintah Daerah: Program ini memperkuat citra pemerintah sebagai fasilitator ketahanan pangan. Selain itu, pembangunan infrastruktur meningkatkan nilai aset daerah dan membuka peluang investasi agribisnis.
Bagi Industri Pertanian: Keterlibatan KDMP sebagai penyalur pestisida membuka pasar baru bagi produsen bahan kimia lokal, sekaligus menstimulasi usaha kecil menengah di sektor distribusi.
Lingkungan: Penggunaan pupuk organik yang akan didorong bersamaan dengan normalisasi irigasi berpotensi menurunkan kontaminasi tanah dan air, mendukung praktek pertanian berkelanjutan.
Kronologi Kegiatan (Juli–Agustus 2026)
| Tanggal | Kegiatan |
|---|---|
| 17 Jul 2026 | Dialog petani + panen bersama; pengumuman program. |
| 20 Jul 2026 | Distribusi traktor mini pertama ke Kelompok Tani Banjar Samosir. |
| 01 Aug 2026 | Mulai pengerasan jalan Dusun III. |
| 15 Aug 2026 | Peminjaman alat berat untuk normalisasi irigasi km 2‑10. |
| 30 Aug 2026 | Selesai pengerasan jalan Dusun IV, persiapan lumbung padi. |
Penutup
Langkah-langkah konkret yang diambil Bupati Asri Ludin Tambunan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menanggapi aspirasi petani secara holistik. Dari penyediaan alsintan hingga perbaikan infrastruktur, setiap program dirancang untuk menurunkan beban produksi, meningkatkan produktivitas, dan menjaga kelangsungan lahan pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan Deli Serdang. Jika implementasinya berjalan sesuai jadwal, harapan akan terwujud: petani menikmati hasil panen yang lebih melimpah, biaya operasional berkurang, dan wilayah ini kembali menjadi contoh sukses kolaborasi pemerintah‑petani dalam mengatasi tantangan pertanian modern.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












