Data Desil Tidak Sesuai, Mensos Gus Ipul Pemerintah Buka Saluran Pemutakhiran

Data Desil Tidak Sesuai, Mensos Gus Ipul Pemerintah Buka Saluran Pemutakhiran

PlatMerah.com, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengumumkan pemerintah membuka saluran pemutakhiran data desil bagi masyarakat yang merasa data sosial ekonominya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Upaya ini bertujuan memperbaiki kesalahan data, baik berupa inclusion error (penerima yang tidak layak) maupun exclusion error (keluarga layak yang belum terdaftar).

Saluran Pemutakhiran Data yang Dibuka

Gus Ipul menjelaskan masyarakat dapat mengajukan pemutakhiran data melalui beberapa jalur resmi dan partisipatif, yakni:

  • Musyawarah tingkat RT/RW yang kemudian diteruskan ke kelurahan atau desa.
  • Pengajuan melalui Dinas Sosial dengan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
  • Aplikasi Cek Bansos yang dapat diakses secara digital.
  • Call Center dan WhatsApp Center yang disediakan pemerintah.

Selain itu, di tingkat desa terdapat operator data yang memanfaatkan aplikasi SIKS-NG guna memudahkan pemutakhiran. Pemerintah juga mengembangkan digitalisasi bantuan sosial (Bansos) untuk menunjang proses ini.

Tujuan dan Pentingnya Pemutakhiran Data

Menurut Gus Ipul, pemutakhiran data sangat penting karena data sosial ekonomi bersifat dinamis. Setiap hari terjadi perubahan seperti kelahiran, kematian, perpindahan tempat tinggal, dan perubahan status sosial ekonomi. Data yang akurat menjadi kunci agar program bantuan sosial tepat sasaran dan sampai kepada pihak yang berhak.

“Dengan data yang akurat, program pemerintah dapat berjalan efektif dan efisien,” ujarnya usai Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2026) malam.

Kolaborasi dan Keterbukaan Pemerintah

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi basis utama dalam pengelolaan data sosial ekonomi. Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah berperan aktif dalam pemutakhiran data melalui saluran yang telah disebutkan.

Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk transparan dan melibatkan masyarakat secara luas dalam proses pemutakhiran data ini. Setiap laporan atau keluhan dari masyarakat terkait data yang tidak sesuai akan segera ditindaklanjuti demi meningkatkan akurasi data.

Apresiasi kepada Masyarakat

Menteri Sosial menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan masukan dan berpartisipasi dalam pemutakhiran data. Partisipasi ini dianggap sangat penting untuk mendapatkan data yang valid dan mendukung pelaksanaan program sosial yang tepat sasaran.

“Kami membuka ruang partisipasi seluas-luasnya agar data kami semakin akurat dan program bantuan bisa sampai kepada yang berhak,” kata Gus Ipul.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup