Hari ke-10 Jadi Penentuan Kelanjutan Pencarian Rombongan Wartawan

Hari ke-10 Jadi Penentuan Kelanjutan Pencarian Rombongan Wartawan

PlatMerah.com, Pandeglang – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk rombongan wartawan yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ke-10, yang menjadi titik krusial dalam menentukan kelanjutan pencarian. Tim SAR gabungan bekerja keras untuk menemukan lima wartawan, dua anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu wisata yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hari ke-10 Penentuan Operasi SAR

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa hari ke-10 pencarian yang jatuh pada Kamis, 17 September 2026, berpotensi menjadi hari terakhir operasi SAR. Sebelumnya, pencarian telah diperpanjang selama tiga hari setelah tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Jika pada hari ke-10 hasil pencarian masih nihil, operasi akan beralih ke metode pemantauan.

“Kami belum bisa memastikan apakah pencarian akan diperpanjang lagi. Sesuai aturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, jika tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, pencarian akan dilanjutkan dengan pemantauan,” ujar Al Amrad dari posko pencarian di Pantai Marina Carita, Kabupaten Pandeglang.

Hasil Pencarian dan Temuan Terpal

Selama pencarian, tim SAR menemukan beberapa barang, termasuk tiga terpal berwarna hijau. Namun, terpal-terpal tersebut telah dikonfirmasi bukan milik kapal Arupadhatu 1 yang ditumpangi rombongan wartawan. Kapal tersebut memang tidak membawa terpal, sehingga benda-benda yang ditemukan tersebut tidak mengindikasikan keberadaan korban.

Identitas Korban yang Dicari

Rombongan yang hilang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal:

  • M. Bagus Khoirunnas (Antara)
  • Ari Basuki (Merdeka)
  • Yudhis (iNews)
  • Daus (Anadolu)
  • Donal (jurnalis lepas)
  • Warta (kapten kapal, usia 55 tahun)
  • Surakman (ABK, usia 60 tahun)
  • Heriyanto (pemandu wisata, usia 49 tahun)

Konteks dan Pentingnya Pencarian

Rombongan wartawan tersebut hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, sebuah aktivitas vulkanik yang memicu kewaspadaan di kawasan Selat Sunda. Pencarian yang intensif dilakukan untuk memastikan keselamatan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga serta masyarakat.

Operasi SAR yang melibatkan berbagai instansi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menangani insiden di wilayah rawan bencana. Hari ke-10 pencarian menjadi momen penting untuk mengevaluasi langkah selanjutnya sesuai dengan protokol yang berlaku.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup