Gempa Kupang M 5,6 Rusak Plafon Puskesmas Bati di TTS, Pelayanan Tetap Berjalan
Plat Merah – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (26/7/2026) petang. Gempa Kupang dengan magnitudo 5,6 ini terasa kuat di sejumlah kabupaten di Pulau Timor, termasuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Akibat gempa Kupang tersebut, plafon Puskesmas Bati di Desa Nefokoko, Kecamatan Mollo Utara, dilaporkan rusak dan sebagian roboh.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa Kupang berlokasi di darat, sekitar 19 km barat daya Kabupaten Kupang, dengan kedalaman 26 kilometer. Gempa Kupang terjadi sekitar pukul 19.00 WITA dan tidak berpotensi tsunami. Meski getaran cukup kuat, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Kepala Dinas Kesehatan TTS, Ria Tahu, menyatakan bahwa kerusakan akibat gempa Kupang terjadi di bagian loket depan puskesmas dan beberapa ruangan lainnya. “Plafon yang roboh berserakan di sejumlah titik, namun kami bersyukur tidak ada petugas maupun pasien yang tertimpa,” ujarnya, Senin (27/7/2026). Meski demikian, pelayanan kesehatan tetap berjalan normal pada hari berikutnya. Jaringan listrik yang sempat terputus akibat gempa Kupang juga telah diperbaiki oleh pihak PLN sehingga aktivitas pelayanan tidak terganggu.
Puskesmas Bati hanya melayani pasien rawat jalan dan gawat darurat, bukan rawat inap, sehingga risiko terhadap pasien dapat diminimalkan. Ria menambahkan bahwa plafon yang rusak tersebut baru dikerjakan pada tahun 2025 dan masih dalam masa pemeliharaan. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melakukan renovasi.
Gempa Kupang magnitudo 5,6 ini juga menjadi perhatian publik, terutama di media sosial. Berbagai simulasi peringatan dini juga digelar oleh organisasi seperti CIS Timor bersama Penabulu–Oxfam di TTS untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana serupa. Meskipun gempa Kupang kali ini tidak menimbulkan kerusakan parah, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan infrastruktur yang tahan gempa di wilayah rawan bencana.
Secara keseluruhan, dampak gempa Kupang relatif terbatas pada kerusakan fisik ringan di Puskesmas Bati, tanpa korban jiwa. Pelayanan kesehatan tetap berjalan, dan perbaikan segera dilakukan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













