Jusuf Kalla Siapkan Investasi Rp70 Triliun untuk Proyek Energi, Dukung Target Ekonomi Prabowo

Jusuf Kalla Siapkan Investasi Rp70 Triliun untuk Proyek Energi, Dukung Target Ekonomi Prabowo

Plat Merah – Jakarta – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, bersama putranya Solihin Kalla, bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Kamis (11/6/2026) untuk membahas rencana investasi besar di sektor energi. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Jusuf Kalla mengungkapkan kesiapan Kalla Group untuk menggelontorkan dana hingga Rp70 triliun guna membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada akhir masa jabatan Presiden Prabowo pada 2029.

“Kami berdiskusi dengan Presiden tentang cara meningkatkan kapasitas energi Indonesia dan mencapai swasembada energi,” ujar Jusuf Kalla kepada wartawan usai pertemuan. Ia menambahkan bahwa Kalla Group saat ini sudah mengoperasikan PLTA dengan kapasitas gabungan sekitar 1.500 megawatt (MW) dan tengah mempersiapkan tambahan 2.000 MW dari proyek-proyek baru, termasuk PLTG. “Investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun, dan kami mampu melaksanakannya. Desain sudah siap, lokasi sudah siap, dan sekarang kami membahas aspek teknis,” lanjutnya.

Pertemuan ini menjadi sorotan karena melibatkan tokoh senior seperti Jusuf Kalla yang memiliki pengalaman luas di pemerintahan dan bisnis. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyambut kedatangan Jusuf Kalla di Istana menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan permintaan dari mantan wapres tersebut. “Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa hari lalu meminta waktu bertemu kepada Presiden Prabowo. Beliau akan datang bersama putra beliau yang juga seorang pebisnis,” kata Teddy.

Selain investasi energi, Jusuf Kalla dan Presiden Prabowo juga membahas isu perdamaian internasional, termasuk proses perdamaian di Thailand serta konflik antara Afghanistan dan Pakistan. “Itu tadi kami bicarakan,” ungkap Jusuf Kalla singkat.

Langkah Kalla Group ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang ingin mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dalam pidato pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, Prabowo menekankan pentingnya transformasi ekonomi yang berkeadilan, di mana kekayaan alam harus dikelola untuk kemakmuran rakyat. Kritiknya terhadap model ekonomi ekstraktif yang selama ini dinilai hanya menguntungkan segelintir pihak menjadi latar belakang dukungannya terhadap investasi infrastruktur energi yang dikelola oleh putra-putra terbaik bangsa.

Jusuf Kalla sendiri menegaskan bahwa kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi. “Butuh energi luar biasa banyaknya. Karena tanpa energi, kita akan sulit untuk meningkatkan itu (pertumbuhan ekonomi),” katanya. Dengan adanya investasi ini, diharapkan ketersediaan listrik dapat mendukung industrialisasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Kesimpulannya, pertemuan antara Jusuf Kalla dan Presiden Prabowo menandai babak baru kemitraan strategis antara pemerintah dan swasta dalam mewujudkan swasembada energi. Komitmen investasi Rp70 triliun dari Kalla Group tidak hanya akan memperkuat pasokan listrik nasional, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dukungan penuh dari Presiden Prabowo terhadap proyek ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur energi yang mandiri dan ramah lingkungan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup