DLHK Pekanbaru Rampungkan Penilaian 30 LPS, Pemenang Utama Raih Hadiah Umrah
Plat Merah – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru telah menyelesaikan penilaian lapangan terhadap 30 Lembaga Pengelola Sampah (LPS) perwakilan kelurahan. Proses evaluasi yang berlangsung sejak 8 Juni hingga 18 Juni 2026 ini merupakan bagian dari upaya pemantauan kinerja kebersihan di tingkat tapak.
Tim penilai gabungan yang terdiri dari unsur DLHK, Tim Penggerak PKK, dan Dharma Wanita Persatuan Pekanbaru saat ini sedang melakukan rekapitulasi data poin. Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan direncanakan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menjelaskan bahwa lomba pengelolaan sampah profesional oleh LPS ini bertujuan memotong rantai distribusi pembuangan sampah. “Kita ingin menekan volume limbah agar tidak seluruhnya dibuang dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar,” ujarnya. Skor tertinggi akan diberikan kepada lembaga yang berhasil mengedukasi masyarakat melakukan pemilahan dan pengolahan mandiri sejak dari sumber rumah tangga.
Tim penilai mengelompokkan 30 LPS yang dievaluasi (dari total 83 LPS yang eksis di Pekanbaru) ke dalam tiga parameter cakupan populasi pelayanan. Kategori Kecil untuk lembaga dengan jangkauan pelayanan di bawah 1.000 penduduk kelurahan. Kategori Sedang untuk cakupan antara 1.000 hingga 3.000 warga. Kategori Besar untuk basis layanan di atas 3.000 penduduk.
Selain LPS kelurahan, DLHK Pekanbaru secara simultan melakukan penilaian terhadap kelompok sektor usaha swasta/badan usaha serta jajaran sekolah peraih predikat Adiwiyata. Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, dijadwalkan menyerahkan langsung penghargaan bagi para pemenang.
Juara LPS terbaik akan mendapatkan unit operasional berupa becak motor (bentor) serta hadiah utama berupa paket umrah. Sementara untuk kategori badan usaha dan sekolah Adiwiyata akan diberikan paket dana pembinaan.
Reza menambahkan, DLHK sangat mengapresiasi adanya LPS yang sudah memunculkan inovasi lokal, seperti keberhasilan mengisolasi sampah organik secara total untuk kemudian diolah menjadi komoditas bernilai ekonomis. Terobosan sirkular ekonomi seperti inilah yang diharapkan mampu direplikasi oleh seluruh kelurahan demi mewujudkan Pekanbaru bebas sampah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












