Pemkab Lumajang Pastikan Stok BBM Aman, Monitoring Distribusi Terus Dilakukan
Plat Merah – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya dalam kondisi aman. Pemkab Lumajang monitoring distribusi BBM secara berkala untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah.
Plh. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Lumajang, Aksanul Inam, menyatakan bahwa pemantauan dilakukan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan menjadi dasar koordinasi jika ditemukan kendala di lapangan.
“Informasi mengenai distribusi dan ketersediaan BBM sangat penting sebagai bahan pengambilan kebijakan serta memberikan gambaran kondisi riil kepada masyarakat,” ujar Aksanul Inam pada Kamis, 18 Juni 2026.
Berdasarkan data per Selasa, 17 Juni 2026, total stok BBM di Kabupaten Lumajang mencapai lebih dari 848 ribu liter. Rinciannya, Solar sebanyak 269.333 liter, Pertalite 250.741 liter, dan Pertamax 202.857 liter. Sementara itu, Pertamina Dex tersedia 64.416 liter, Pertamax Turbo 59.787 liter, dan Dexlite 1.024 liter.
Solar, Pertalite, dan Pertamax menjadi jenis BBM dengan stok terbesar. Data tersebut merupakan hasil pencatatan pada saat pelaporan dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan distribusi di lapangan.
“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengetahui perkembangan distribusi BBM. Dengan begitu, pemerintah memiliki gambaran kondisi terkini dan dapat mengambil langkah yang diperlukan apabila muncul kendala,” kata Aksanul.
Ketersediaan BBM berperan penting dalam mendukung sektor transportasi, perdagangan, industri, serta aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. Karena itu, kelancaran distribusi energi menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah.
Selain monitoring, Pemkab Lumajang juga berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU untuk memastikan pasokan tetap terjaga serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Aksanul mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Gunakan informasi resmi sebagai rujukan agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Melalui pemantauan rutin, koordinasi lintas sektor, dan penyampaian informasi yang transparan, Pemerintah Kabupaten Lumajang berupaya menjaga stabilitas pasokan BBM sehingga kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah dapat terus berjalan dengan baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












