Sanksi Baru Uni Eropa Akan Lumpuhkan 660 Kapal Armada Bayangan, Ternyata Begini Daya Tahan Rusia
Plat Merah – Uni Eropa kembali menggebrak dengan paket sanksi ke-21 yang menargetkan Rusia, termasuk upaya melumpuhkan 660 kapal yang tergabung dalam armada bayangan. Langkah ini diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Selasa (9/6) di Brussels. Paket sanksi baru Uni Eropa akan lumpuhkan 660 kapal armada bayangan, ternyata begini daya tahan Rusia yang masih mampu bertahan di tengah tekanan internasional.
Menurut pernyataan resmi Komisi Eropa, sanksi baru ini mencakup penangguhan mekanisme penyesuaian otomatis batas harga minyak hingga Januari tahun depan. Sebanyak 30 kapal tambahan akan masuk daftar hitam, melengkapi 632 kapal yang sudah terkena sanksi sebelumnya. Total 660 kapal armada bayangan menjadi target utama, karena kapal-kapal ini diduga digunakan Rusia untuk mengangkut minyak dan produk energi lainnya secara ilegal. Sanksi baru Uni Eropa akan lumpuhkan 660 kapal armada bayangan, ternyata begini daya tahan Rusia yang masih mencari celah melalui jalur alternatif.
Selain kapal, sanksi juga menyasar layanan pendukung seperti bunkering (penyuplaian bahan bakar) dan melarang penjualan kapal tanker LNG ke Rusia. Pelabuhan, bandar udara, dan kilang yang terlibat dalam perdagangan minyak Rusia juga dibatasi. Di sektor keuangan, larangan transaksi diperluas ke 31 bank Rusia tambahan serta 20 bank, perusahaan kripto, dan pedagang minyak di negara ketiga. Von der Leyen menegaskan bahwa sanksi ini bertujuan menekan pendapatan Rusia dari energi.
Namun, Rusia tidak tinggal diam. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan bahwa penyitaan kapal tanker oleh Uni Eropa melanggar hukum internasional. “Pengerahan kapal dalam operasi angkatan laut IRINI untuk memeriksa atau menyita kapal yang mengangkut produk minyak bumi akan menjadi pelanggaran berat terhadap hukum internasional,” ujar Zakharova, Rabu (10/6). Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan Barat terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Inggris dan Laut Mediterania.
Daya tahan Rusia juga terlihat dari data impor LNG Uni Eropa yang justru naik 21 persen pada Mei, menandakan bahwa sanksi belum sepenuhnya efektif. Belanda, misalnya, masih mengimpor LNG dari Rusia meskipun ada sanksi. Sanksi baru Uni Eropa akan lumpuhkan 660 kapal armada bayangan, ternyata begini daya tahan Rusia yang tetap eksis melalui jalur energi alternatif dan diplomasi.
Di sisi lain, tekanan ekonomi global semakin terasa. Inflasi AS mencapai 4,2 persen pada Mei, tertinggi dalam tiga tahun, didorong lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah. Harga bensin di AS melonjak 40,5 persen, menambah beban rumah tangga. Meskipun Presiden Trump menyatakan “saya suka inflasi”, para ekonom memperingatkan dampak negatifnya.
Kesimpulannya, sanksi baru Uni Eropa memang dirancang untuk melumpuhkan armada bayangan Rusia, namun Moskow menunjukkan daya tahan melalui manuver diplomatik dan ketergantungan energi Eropa. Efektivitas sanksi masih harus diuji, sementara rakyat dunia terus menanggung harga mahal dari ketegangan geopolitik ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










