Sambut 1 Muharram 1448 H, Tabligh Akbar di Bayung Lencir Jadi Momentum Penguatan Persatuan Umat
Plat Merah – Bayung Lencir, Sumatera Selatan — Lebih dari 2.000 jamaah memadati halaman Masjid An-Nur pada Jumat (5/6/2026) untuk menghadiri Tabligh Akbar khusus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Acara yang diprakarsai oleh Gerakan Pemuda Ansor dan Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPK BKPRMI) Bayung Lencir ini menjadi momentum penting bagi umat Islam di Kabupaten Musi Banyuasin untuk merefleksikan nilai-nilai universal Islam dalam konteks pembangunan daerah.
Latar Belakang Perayaan 1 Muharram
1 Muharram merupakan hari penting dalam kalender Islam yang menandai dimulainya tahun baru hijriyah. Di Indonesia, perayaan ini sering kali dimanfaatkan untuk menumbuhkan semangat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam) serta memperkuat nilai-nilai sosial yang diwariskan Nabi Muhammad SAW. Musi Banyuasin, yang mayoritas penduduknya Muslim (94% berdasarkan data BPS 2024), rutin menyelenggarakan acara keagamaan skala besar sebagai bagian dari upaya memelihara harmoni antarumat beragama.
Profil Penceramah dan Pesan Inspiratif
Ustazah Mumpuni Handayayekti, penceramah yang hadir dari Cilacap, Jawa Tengah, dikenal sebagai tokoh yang mampu menyeimbangkan antara kaidah keagamaan dan relevansi sosial. Dengan latar belakang pendidikan S1 Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga dan sertifikasi sebagai praktisi manajemen organisasi, ia sering mengkaitkan tauhid dengan isu-isu kontemporer seperti pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan perempuan. Dalam tausyiahnya di Bayung Lencir, beliau menekankan:
- Importansi amal ibadah dalam konteks kerja: “Setiap aktivitas kita, apakah itu di bidang pertanian, perniagaan, atau birokrasi, harus dilandasi keikhlasan sebagai ibadah.”
- Kepedulian sosial terhadap lingkungan: “Lingkungan adalah amanah dari Allah. Menjaga kebersihan sungai dan hutan adalah bagian dari ketaatan.”
Kontribusi Wakil Bupati dalam Membangun Religiusitas
Wakil Bupati Musi Banyuasin, Kyai Abdur Rohman Husen, dalam sambutannya menegaskan peran pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan. Berikut poin utama dari pidatonya:
| Nilai-Nilai | Keterkaitan dengan Pembangunan |
|---|---|
| Kejujuran | Membangun tata kelola pemerintahan yang transparan |
| Amanah | Menjaga kepercayaan masyarakat dalam pelayanan publik |
| Semangat Gotong Royong | Mendukung program desa mandiri melalui kerjasama antarwarga |
Dampak Jangka Panjang Acara Ini
Perayaan 1 Muharram di Bayung Lencir tidak hanya bersifat ritual tetapi memiliki implikasi strategis:
- Meningkatkan literasi agama masyarakat melalui dialog langsung dengan ustazah nasional
- Membangun sinergi antara umat Islam dengan pemerintah daerah dalam program kerja
- Mempersiapkan generasi muda Muslim yang kritis dan bertoleransi
Kronologi Penyelenggaraan
| Tanggal | Kegiatan |
|---|---|
| 20 Mei 2026 | Sosialisasi melalui media sosial dan kunjungan langsung ke desa-desa |
| 1-4 Juni 2026 | Seleksi panitia dan koordinasi dengan tokoh masyarakat |
| 5 Juni 2026 | Acara puncak dengan doa, tausyiah, dan pengajian keluarga |
Acara ini juga mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah dalam menciptakan ruang publik yang inklusif. Dengan menghadirkan tokoh perempuan seperti Ustazah Mumpuni, event ini secara simbolis mengakui peran gender dalam membangun peradaban Islam yang modern namun tetap menjaga akidah.
Keberlanjutan inisiatif ini tergantung pada komitmen bersama antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat. Dengan pendekatan kolaboratif seperti yang ditunjukkan di Bayung Lencir, Musi Banyuasin berpotensi menjadi model daerah yang mampu menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan dinamika perkembangan zaman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










