Puluhan Warga Lumajang Ikuti Operasi Katarak Gratis: Kolaborasi TNI dan Yayasan Lentera Mata Indah Wujudkan Pemulihan Penglihatan

Puluhan Warga Lumajang Ikuti Operasi Katarak Gratis: Kolaborasi TNI dan Yayasan Lentera Mata Indah Wujudkan Pemulihan Penglihatan

Kolaborasi TNI dan Yayasan Lentera Mata Indah Beri Harapan Baru

Plat Merah – Sebanyak 55 warga Lumajang berhasil menjalani operasi katarak dalam bakti sosial yang digelar Kodim 0821/Lumajang, Korem 083/Baladhika Jaya, dan Yayasan Lentera Mata Indah. Kegiatan berlangsung di Rumah Sakit TNI (RST) TK III Baladhika Husada Jember pada 19-20 Juni 2026. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi militer dapat berperan aktif dalam memastikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat rentan.

Kronologi Pelaksanaan Bakti Sosial

HariKegiatanJumlah Peserta
Hari Pertama (19/6)Skrining kesehatan awal64 warga lolos skrining
Hari Kedua (20/6)Operasi katarak & pterigium55 warga berhasil dioperasi
21/6Pemantauan pascaoperasi62 warga diperiksa ulang

Profil Peserta dan Tantangan Medis

Dari 64 warga yang lolos skrining, dua orang membatalkan keberangkatan karena masalah kesehatan. Sementara tujuh warga lainnya tertunda operasi karena kondisi medis:

  • 5 orang dengan gula darah tinggi
  • 2 orang dengan tekanan darah tinggi

Tim medis menekankan pentingnya kontrol kesehatan komorbid sebelum prosedur bedah. Seorang pasien bahkan menjalani operasi pterigium secara bersamaan, menunjukkan fleksibilitas layanan medis.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Operasi ini memberikan manfaat ganda:

  • Meningkatkan produktivitas warga yang kini dapat beraktivitas normal
  • Mengurangi beban biaya kesehatan keluarga
  • Membangun rasa percaya masyarakat terhadap kerja sama TNI

Kapten Sri Hariyanto mengatakan, pendampingan Babinsa sejak keberangkatan hingga kepulangan menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh peserta.

Kolaborasi yang Berkelanjutan

Kemitraan antara TNI dan Yayasan Lentera Mata Indah telah dilakukan sejak 2023. Sebelumnya, program serupa telah melayani 230 lebih pasien di sejumlah wilayah Jawa Timur. Kolaborasi ini menggabungkan:

  • Infrastruktur medis militer
  • Sumber daya ajuan pasien dari komunitas
  • Keterampilan bedah spesialis mata

Model ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain dengan kondisi geografis terpencil.

Implikasi Jangka Panjang

Program ini menunjukkan potensi:

  • Meningkatkan angka harapan hidup dengan pemulihan fungsi penglihatan
  • Mengurangi angka buta di usia lanjut
  • Memperkuat citra TNI sebagai institusi pelayanan publik

Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa katarak menyumbang 40% kasus kebutaan di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Program seperti ini jauh lebih efektif daripada pendekatan konvensional karena menjangkau masyarakat langsung di wilayahnya.

Harapan Pasca-Operasi

Para pasien diberikan:

  • Obat tetes mata selama pemulihan
  • Kacamata pelindung untuk mencegah infeksi
  • Panduan perawatan postoperatif

Tim medis menekankan pentingnya kepatuhan pemakaiian obat dan hindari paparan debu. Pasien juga didampingi hingga tiba kembali di Lumajang tanpa ada kendala signifikan.

Kegiatan ini membuktikan bahwa akses layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga kepedulian institusi militer dan masyarakat sipil. Dengan pendekatan kolaboratif seperti ini, harapan untuk masyarakat yang lebih sehat dan produktif semakin terjangkau.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup