PWRI Pasirian Santuni Yatim Piatu, Tebar Kepedulian dan Harapan
Program Santunan PWRI Pasirian: Merangkul Generasi Penerus Bangsa
Plat Merah – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Pasirian, Lumajang, kembali menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan anak yatim piatu. Pada Minggu (21/6/2026), organisasi yang beranggotakan para pensiunan ini menggelar program santunan rutin di Asrama Putra Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Darul Istiqomah. Kegiatan tersebut menggabungkan pembinaan akidah akhlak dengan distribusi bantuan materi, mencerminkan peran PWRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia.
Landasan Filosofis dan Agama
Ketua PWRI Pasirian, Sutrisno, S.Pd., menjelaskan bahwa program ini didasari prinsip Islam yang mengedepankan kepedulian terhadap anak yatim. “Al-Quran Surah Ad-Duha ayat 9 memerintahkan umat Islam untuk tidak menghinakan anak yatim,” ujar Sutrisno. Ia menambahkan bahwa program ini bukan sekadar ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial kolektif. “Anak yatim piatu membutuhkan perlindungan dari ancaman eksploitasi dan kesempatan pendidikan yang setara,” lanjutnya.
Mitigasi Kekhawatiran Orang Tua
Penasehat LKSA Darul Istiqomah, Ustadz Gatot Sudjono, mengakui tantangan psikologis yang dihadapi orang tua saat menitipkan anak. “Ada kekhawatiran terkait keamanan, bullying, dan keterbatasan komunikasi,” katanya. Untuk mengatasi ini, LKSA menerapkan prinsip Rembug Bareng (rapat bersama) dengan orang tua dan kebijakan kunjungan terbuka. Tabel berikut menunjukkan mekanisme komunikasi yang diterapkan:
| Program | Deskripsi |
|---|---|
| Rembug Bareng | Rapat bulanan untuk membahas perkembangan anak |
| Kunjungan Terbuka | Orang tua dapat mengunjungi kapan saja tanpa batasan |
| Laporan Berkala | Laporan tertulis mingguan tentang aktivitas anak |
Strategi Penguatan Generasi Muda
Program PWRI Pasirian mencakup tiga aspek utama:
- Pendidikan Akidah: Kajian kitab kuning dan pelatihan wawasan keislaman
- Penguatan Sosial: Pelatihan kepemimpinan dan manajemen konflik
- Ekonomi Mandiri: Program kewirausahaan dasar
Dampak Sosial dan Politik
Keterlibatan PWRI dalam isu sosial memiliki implikasi luas. Dari sisi ekonomi, program ini mengurangi beban keluarga miskin. “Anak yang diberdayakan akan berkontribusi pada pembangunan daerah,” papar Sutrisno. Dari sisi politik, program ini memperkuat sinergi antara generasi tua dan muda. Dalam jangka panjang, inisiatif serupa di 17 kecamatan di Jawa Timur diharapkan menciptakan 10.000 wirausaha muda pada 2030.
Kronologi Program Tahunan
Berikut jadwal kegiatan PWRI Pasirian sepanjang 2026:
| Bulan | Kegiatan |
|---|---|
| Januari | Pelatihan Literasi Digital |
| Februari | Workshop Kewirausahaan |
| Maret-Juni | Santunan Bulanan dan Pembinaan Akhlak |
Kegiatan ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim piatu bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan aspek spiritual, pendidikan, dan ekonomi, program PWRI Pasirian menjadi contoh kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











