Gila Ratusan Dapur MBG Miliki Rekening Ganda, Duit Ditarik Lagi Rp 311,2 Miliar
PlatMerah.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya anomali berupa rekening ganda di 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Ratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut ternyata memiliki lebih dari satu rekening, bahkan sebagian dapur belum beroperasi namun sudah memiliki rekening virtual account.
Temuan Rekening Ganda dan Pengembalian Dana
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa dari hasil temuan ini, BGN telah melakukan pengembalian dana sebesar Rp 311,2 miliar ke kas negara. Dana tersebut dikembalikan melalui beberapa bank himpunan negara (Himbara) dengan rincian sebagai berikut:
- Rp 137,5 miliar dari 121 SPPG melalui BRI
- Rp 74 miliar dari 117 SPPG melalui BNI
- Rp 71,6 miliar dari 129 SPPG melalui Bank Mandiri
- Rp 12,9 miliar dari 19 SPPG melalui Bank Syariah Indonesia (BSI)
- Rp 15,3 miliar dari 28 SPPG melalui BTN
Langkah Penegakan Hukum dan Audit
Temuan ini telah dilaporkan kepada Kejaksaan Agung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait adanya indikasi kesengajaan dalam penyalahgunaan dana. BGN menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum dalam kasus ini.
BGN bersama Kejaksaan Agung juga tengah melakukan audit terhadap ribuan rekening SPPG di seluruh Indonesia. Dari 16.482 SPPG yang telah diperiksa, sekitar 5.355 diduga melakukan pelanggaran dengan kategori berat, sedang, dan ringan. Audit ini bertujuan mengidentifikasi apakah ada niat jahat dalam pengelolaan dana tersebut.
Konteks dan Dampak
Penemuan rekening ganda ini menjadi perhatian karena dana yang seharusnya digunakan untuk operasional dapur MBG dan pemenuhan gizi masyarakat justru bermasalah secara administrasi. Program dapur MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah gizi dan stunting di Indonesia.
Penataan ulang dan pengembalian dana ini penting untuk memastikan dana publik digunakan secara transparan dan tepat sasaran demi keberlanjutan program gizi nasional.
Upaya Berkelanjutan
BGN berkomitmen untuk terus menelusuri dan memperbaiki sistem pengelolaan dana dapur MBG agar lebih akuntabel. Kerja sama dengan aparat penegak hukum diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara di sektor gizi.
Dengan langkah ini, diharapkan program dapur MBG dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












