Harga Emas Spot dan Antam Ambles, Saatnya Akumulasi atau Tunggu Lagi?
Plat Merah – Harga emas spot dan Antam ambles, saatnya akumulasi atau tunggu lagi? Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) turun Rp 43.000 menjadi Rp 2.668.000 per gram sepanjang periode 15 hingga 20 Juni 2026. Penurunan harga emas dipicu kebijakan hawkish The Fed terkait kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi di Amerika Serikat. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga komoditas logam mulia secara global minggu ini.
Pengunjung menunjukkan logam mulia Antam yang dibeli di Jakarta, Jumat (27/3/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wpa]. Harga emas batangan produksi PT Antam Tbk (ANTM) mencatatkan penurunan tajam sepanjang pekan ketiga Juni 2026. Berdasarkan akumulasi pergerakan pasar selama periode 15 hingga 20 Juni 2026, nilai komoditas logam mulia ini terkoreksi signifikan sebesar Rp 43.000 per gram, membawa harganya kini bertengger di level Rp 2.668.000 per gram.
Nilai tersebut sempat membuka pekan dengan tren positif pada Senin (15/6) melalui kenaikan sebesar Rp 18.000 ke posisi Rp 2.729.000 per gram. Nilai tersebut sempat bertahan stabil hingga Selasa (16/6) sebelum merangkak naik tipis Rp 4.000 menjadi Rp 2.733.000 per gram pada Rabu (17/6). Namun, tren penguatan langsung berbalik arah secara drastis sejak paruh kedua pekan.
Pada Kamis (18/6), harga emas Antam ambrol sebanyak Rp 30.000 ke level Rp 2.703.000 per gram dan berlanjut merosot lagi Rp 30.000 pada Jumat (19/6) ke posisi Rp 2.673.000 per gram. Pelemahan ditutup pada Sabtu (20/6) dengan penurunan lanjutan sebesar Rp 5.000.
Sejalan dengan harga jual, harga beli kembali (buyback) oleh pihak Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 2.401.000 per gram pada akhir pekan. Sesuai dengan regulasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017, setiap transaksi buyback dengan nominal di atas Rp 10 juta dikenakan potongan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5 persen untuk pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai pencairan.
Sentimen Kebijakan Moneter The Fed dan Pandangan Analis Koreksi tajam pada pasar domestik ini tidak lepas dari gejolak pasar keuangan global. Pendiri sekaligus CEO Merk Investments, Axel Merk, menilai bahwa tekanan jangka pendek terhadap emas dipicu oleh sikap agresif (hawkish) yang ditunjukkan oleh Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru, Kevin Warsh.
Dalam pidato perdananya, Warsh menegaskan komitmen penuh untuk memerangi inflasi demi menjaga stabilitas harga, yang diartikan oleh pelaku pasar sebagai sinyal kenaikan suku bunga lanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










