BRK Syariah Hadir Meriahkan Festival Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia, Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat

BRK Syariah Hadir Meriahkan Festival Ketan Talam Durian Terpanjang di Dunia, Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat

Latar Belakang Festival dan Peran BRK Syariah

Plat Merah – Festival Ketan Talam Durian terpanjang di dunia, yang digelar di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, menjadi momentum strategis bagi BRK Syariah untuk memperkuat keterlibatan dengan masyarakat. Acara ini, yang dirancang sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242, tidak hanya menjadi simbol kekayaan budaya lokal, tetapi juga platform bagi pelaku UMKM dan lembaga keuangan syariah untuk menjangkau publik lebih luas. BRK Syariah, sebagai bank syariah daerah yang fokus pada inklusi keuangan, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengedukasi masyarakat tentang produk layanan syariah sekaligus memperkuat jaringan kerjanya di luar kantor cabang.

Kronologi Kegiatan dan Interaksi Masyarakat

WaktuKegiatanPartisipan
08.00 – 10.00Persiapan booth BRK Syariah dan pemeriksaan layananTim Frontliner BRK Syariah
10.00 – 12.00Peluncuran festival dan pembagian sajian ketan talam durianMasyarakat umum
12.00 – 14.00Interaksi langsung dengan masyarakat di booth BRK SyariahDirektur BRK Syariah dan tim edukasi
14.00 – 16.00Penutupan acara dan evaluasi partisipasiKepala Daerah dan Mitra UMKM

Strategi BRK Syariah dalam Pemasyarakatan Layanan

Melalui pendekatan yang santai dan ramah, BRK Syariah menghadirkan layanan sarapan gratis sebagai daya tarik utama. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga menciptakan ruang dialog terbuka antara bank dan masyarakat.

  • Tabungan Haji: Fokus utama bagi masyarakat yang ingin bersiap untuk ibadah haji.
  • Gadai Emas (Rahn): Alternatif pembiayaan cepat berbasis emas.
  • Pembiayaan Aneka Guna: Solusi untuk berbagai kebutuhan konsumsi atau usaha kecil.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Partisipasi BRK Syariah dalam acara ini memiliki implikasi ganda:

  • Ekonomi Lokal: Festival menarik jutaan pengunjung, menggerakkan penjualan dari UMKM dan pelaku wisata kuliner.
  • Literasi Keuangan: Edukasi langsung kepada 3.000+ pengunjung tentang produk syariah, meningkatkan inklusi keuangan di kalangan lapisan menengah ke bawah.
  • Reputasi Institusi: BRK Syariah memperkuat citranya sebagai mitra terpercaya dalam layanan keuangan syariah berbasis komunitas.

Perspektif Pemangku Kepentingan

Menurut Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, kolaborasi antara pihak swasta seperti BRK Syariah dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan acara ini. “Dengan sinergi ini, kita tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga memastikan ekonomi syariah menjadi pendorong utama pertumbuhan kota,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Kepatuhan BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah, menekankan bahwa pendekatan langsung seperti ini membantu bank memahami kebutuhan spesifik masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang kurang terlayani.

Perbandingan dengan Inisiatif Serupa

BankProgram Interaksi SosialJumlah Pengunjung Tahun Lalu
BRK SyariahKonsultasi produk di booth festival~3.000
Bank Mandiri SyariahWorkshop keuangan di sekolah~1.500
Bank BNI SyariahKampanye digital via media sosial~5.000

Masa Depan Ekonomi Syariah di Riau

Provinsi Riau, dengan basis masyarakat Muslim yang besar, memiliki potensi signifikan untuk mengembangkan ekonomi syariah. Festival ini menjadi wadah inovatif untuk mempertemukan prinsip syariah dengan kebutuhan praktis masyarakat. BRK Syariah pun berkomitmen menggelar acara serupa di 10 kota lainnya di Sumatera tahun depan, dengan fokus pada edukasi keuangan syariah untuk generasi muda dan pelaku UMKM.

Di tengah antusiasme yang terus tumbuh, BRK Syariah mengubah momentum budaya menjadi kesempatan strategis. Dengan menggabungkan antara pelayanan ramah, edukasi langsung, dan dukungan terhadap UMKM, bank ini membuktikan bahwa perbankan syariah tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang keterhubungan dengan masyarakat yang mendalam. Festival Ketan Talam Durian, yang sebelumnya dikenal sebagai tradisi kuliner, kini menjadi simbol transformasi ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup