Hari Pelaut Sedunia 2026: Kolaborasi Nasional Perkuat Kesejahteraan dan Perlindungan Pelaut Indonesia

Hari Pelaut Sedunia 2026: Kolaborasi Nasional Perkuat Kesejahteraan dan Perlindungan Pelaut Indonesia

Plat Merah – Jakarta, 26 Juni 2026 – Peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026 menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan, perlindungan, dan kompetensi para pelaut. Dalam rangkaian acara yang berlangsung di Jakarta, berbagai pihak mulai dari Kementerian Perhubungan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), hingga Indonesia Maritime Community Forum (IMCF) bersinergi menghadirkan program nyata bagi garda terdepan konektivitas nasional ini.

Ketua Pelaksana Day of the Seafarer 2026, Dede Saputra, menegaskan bahwa perhatian terhadap pelaut diwujudkan melalui pemberian santunan kepada keluarga pelaut yang gugur saat bertugas. Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub kepada keluarga para pelaut, antara lain Aslan Yusuf dari PT Hanmarine Global Indonesia sebesar Rp2.118.494.400, Agus Muslim dari PT Kusuma Bahari Jaya sebesar Rp1.267.489.128, dan William Tandera dari PT Abadi Cemerlang sebesar 60.000 dolar AS. “Hal ini menegaskan bahwa kesejahteraan, perlindungan, kompetensi, dan masa depan pelaut merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Dede dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana menambahkan, Hari Pelaut Sedunia tahun ini menjadi penghormatan bagi para pelaut yang menjadi tulang punggung perdagangan global. “Dengan tingginya risiko yang diemban, Kemenhub berkomitmen menjamin hak-hak pelaut, termasuk perlindungan dan kesejahteraan yang layak,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 1,6 juta pelaut dan merupakan salah satu dari lima pemasok terbesar dunia. Karena itu, peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, dan perlindungan memadai menjadi prioritas.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyoroti potensi ekonomi dari Selat Malaka. Dalam Strategic Maritime Forum yang digelar pada peringatan Hari Pelaut Sedunia, ia menekankan pentingnya Indonesia tidak hanya menjadi negara transit, tetapi juga mengambil peran lebih besar dalam layanan maritim internasional. “Selat Malaka bukan hanya jalur pelayaran internasional. Bagi Indonesia, kawasan ini adalah ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan maritim sekaligus menangkap nilai ekonomi yang lebih besar,” ujar Achmad. Pelindo pun mengoperasikan Nipa Transfer Anchorage Area (NTAA) di Perairan Nipa, Kepulauan Riau, sejak Mei 2026, yang menyediakan layanan ship to ship transfer, floating storage, dan lainnya.

Kolaborasi juga diperluas ke sektor transportasi darat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) turut memaknai Hari Pelaut Sedunia dengan menyoroti konektivitas laut-darat. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kereta api menjadi bagian penting dalam rantai perjalanan dari pelabuhan ke kota. Contohnya, Stasiun Merak di Banten yang terintegrasi dengan penyeberangan Jawa-Sumatera, serta Stasiun Ketapang di Banyuwangi yang dekat dengan Pelabuhan Ketapang menuju Bali. Data menunjukkan tren peningkatan pengguna Commuter Line Rangkasbitung-Merak, dari 43,3 juta pada 2022 menjadi 77,5 juta pada 2025.

Rangkaian kegiatan Hari Pelaut Sedunia 2026 meliputi Maritime Expo, Strategic Maritime Forum, Gala Dinner, Fun Walk, dan Konser Rakyat Maritim. Semua ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah, industri pelayaran, asosiasi maritim, lembaga pendidikan kepelautan, dan komunitas pelaut. Dede Saputra berharap kegiatan ini dapat mendorong lahirnya kebijakan dan program yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan serta perlindungan pelaut Indonesia.

Peringatan Hari Pelaut Sedunia 2026 menjadi bukti bahwa Indonesia serius membangun ekosistem maritim yang kuat, mulai dari perlindungan pelaut, pengembangan layanan maritim di jalur strategis, hingga integrasi transportasi darat-laut. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, masa depan pelaut Indonesia diharapkan semakin cerah dan bermartabat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup