Update Korban Gempa NTT 70 Orang Meninggal Dunia

Update Korban Gempa NTT 70 Orang Meninggal Dunia

PlatMerah.com, Nusa Tenggara Timur – Korban akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, tercatat 70 orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka dan ribuan warga mengungsi dari daerah terdampak.

Data Korban Gempa NTT

Berdasarkan keterangan Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, total korban yang tercatat mencapai 608 orang, dengan rincian sebagai berikut:

  • 70 orang meninggal dunia
  • 230 orang mengalami luka berat
  • 308 orang mengalami luka ringan
  • 331.220 orang mengungsi
  • 16.441 kepala keluarga terdampak

Rincian Korban Berdasarkan Wilayah

Distribusi korban gempa di beberapa kabupaten di NTT adalah sebagai berikut:

  1. Kabupaten Nagekeo: 30 orang terdampak, terdiri dari 8 meninggal dunia, 13 luka berat, dan 9 luka ringan.
  2. Kabupaten Ngada: 38 orang terdampak, termasuk 2 meninggal dunia, 17 luka berat, dan 19 luka ringan.
  3. Kabupaten Manggarai Timur: 449 orang terdampak, dengan 25 meninggal dunia, 182 luka berat, dan 242 luka ringan.
  4. Kabupaten Sikka: 6 orang terdampak, terdiri dari 4 meninggal dunia dan 2 luka berat.
  5. Kabupaten Manggarai Barat: 8 orang terdampak, termasuk 2 meninggal dunia, 2 luka berat, dan 4 luka ringan.
  6. Kabupaten Manggarai: 49 orang terdampak, dengan 27 meninggal dunia, 8 luka berat, dan 14 luka ringan.
  7. Kabupaten Ende: 28 orang terdampak, terdiri dari 2 meninggal dunia, 4 luka berat, dan 22 luka ringan.

Konteks dan Dampak Gempa

Gempa yang mengguncang NTT menyebabkan kerusakan berat di sejumlah fasilitas, termasuk bangunan rumah ibadah seperti Masjid Babussalam di Desa Salamah, Reok, Kabupaten Manggarai, yang roboh akibat gempa. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan.

Evakuasi dan penanganan korban dilakukan oleh tim SAR bersama sejumlah instansi terkait untuk memberikan bantuan medis dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Situasi ini menuntut koordinasi yang baik agar penanganan dapat berjalan efektif dan korban mendapat bantuan yang memadai.

Perkembangan Penanganan dan Pemulihan

Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau kondisi dan mempercepat proses tanggap darurat. Selain penanganan korban, upaya pemulihan infrastruktur dan fasilitas umum menjadi prioritas dalam beberapa hari ke depan.

Informasi resmi dan update situasi akan terus disampaikan untuk memastikan masyarakat mendapatkan data yang akurat dan dapat diandalkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup