Vakum Lima Tahun, Exponak 2026 Bondowoso Kembali Digelar: Strategi Penguatan Ekonomi dan Daya Saing Peternakan

Vakum Lima Tahun, Exponak 2026 Bondowoso Kembali Digelar: Strategi Penguatan Ekonomi dan Daya Saing Peternakan

Pemulihan Sektor Peternakan Pasca-Vakum

Plat Merah – Pasca-pandemi, sektor peternakan Kabupaten Bondowoso mengalami stagnasi selama lima tahun. Penggelaran Expo Peternakan dan Kontes Ternak (Exponak) 2026 di Pasar Hewan Terpadu, Desa Locare, Rabu (24/6/2026), menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memulihkan sektor ini. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, Hendri Widotono, menjelaskan bahwa event ini tidak hanya pameran, tetapi juga ajang peningkatan kualitas genetika ternak dan literasi peternakan modern.

Seleksi Rigor yang Memastikan Kualitas

Dari 127 peserta yang berasal dari lima Puskeswan (Cermee, Tapen, Pujer, Tamanan, dan Curahdami), hanya 48 ternak yang lolos ke babak final. Proses seleksi ini melibatkan evaluasi ketat terhadap usia, kondisi fisik, dan potensi ekonomi ternak. Tiga juri independen, yang terdiri atas pakar genetika ternak, dokter hewan, dan praktisi industri, menilai kategori sapi peranak, kambing pedaging, dan unggas produktif.

Keterlibatan UMKM: Eko-Paradigma Baru

Sebanyak 59 pelaku UMKM ikut serta dalam acara ini, menawarkan produk olahan ternak (daging, susu, abon) dan aksesori peternakan. Dinas Koperasi dan UMKM mengamati peningkatan 25% antusiasme UMKM setiap tahun, terutama usaha berbasis digital.

  • 37% peserta adalah UMKM perempuan
  • 62% produk bersertifikasi halal
  • 15% menggunakan teknologi pengemasan ramah lingkungan

MoU Strategis untuk SDM Peternakan

Selama acara, Pemkab menandatangani MoU dengan Institut Pertanian Jawa Timur dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Kerja sama ini menyasar empat bidang:

  1. Pelatihan dokter hewan dan teknisi laboratorium
  2. Magang praktik di pabrik pengolahan ternak
  3. Penelitian tentang vaksin lokal
  4. Pengembangan aplikasi tracking kesehatan ternak

Implikasi Ekonomi dan Lingkungan

Nunung Setianingsih, Asisten II Pemkab Bondowoso, mengungkapkan bahwa Exponak 2026 membuka peluang ekspor ternak ke Malaysia dan Singapura.

Proyeksi20262027 Estimasi
Ekspor ternak1.200 ekor1.800 ekor
Penyerapan tenaga kerja1.500 orang2.000 orang
Produksi susu lokal120 ton/hari150 ton/hari

Kronologi Penting

  • 2021-2025: Exponak vakum akibat pembatasan kegiatan akibat pandemi
  • 2025: Rancangan RPJMD 2025-2029 menyebutkan revitalisasi sektor agraris
  • 2026: Pemulihan progresif dengan Exponak sebagai ujung tombak

Keberhasilan Puskeswan Tamanan sebagai juara umum menunjukkan adopsi teknik inseminasi buatan (IB) yang menghasilkan sapi yang lebih produktif. Dengan momentum ini, Bondowoso berpotensi menjadi pusat pengembangan ternak unggul di kawasan Timur Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup