Diduga Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Warga Boyolali, Temuan Harus Identifikasi
PlatMerah.com, Boyolali – Ratusan naskah kuno yang ditulis tangan ditemukan di rumah almarhum Cipto Raharjo, seorang cendekiawan dan budayawan asal Dukuh Tumang Tempel, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Temuan ini kini diamankan di kantor Desa Cepogo untuk proses identifikasi dan pelestarian lebih lanjut.
Penemuan Naskah Kuno
<pPenemuan bermula dari program penelusuran naskah kuno yang digagas oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Boyolali. Kepala Desa Cepogo, Mawardi, menjelaskan bahwa program ini mengarahkan perhatian pada rumah kosong peninggalan Cipto Raharjo, yang dikenal luas sebagai penulis naskah dan tokoh intelektual di masyarakat setempat.
Rumah tersebut dibiarkan kosong sejak meninggalnya Cipto Raharjo sekitar tahun 2007 dan tidak ada keturunan yang menempati. Dengan izin keluarga almarhum, Dinas Arpusda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, serta filolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan penelusuran di sana dan berhasil menemukan sejumlah besar naskah kuno berbahasa Jawa, Arab, dan Indonesia.
Jenis dan Kondisi Naskah
Mawardi menjelaskan bahwa naskah-naskah tersebut merupakan arsip keluarga yang sebagian besar masih belum teridentifikasi dan memerlukan waktu lama untuk proses identifikasi. Beberapa naskah prioritas telah dipilih untuk digitalisasi, termasuk:
- Primbon Jawa
- Doa-doa berbahasa Arab yang sudah diterjemahkan ke bahasa Jawa
- Kitab kuning tulisan tangan berjudul Safinatun Najah, yang proses penulisannya berlangsung hingga sekitar tahun 1938
- Naskah pitung Jawa
- Naskah roman bahasa Jawa
Semua naskah tersebut adalah karya tulisan tangan Cipto Raharjo. Saat ini, tujuh naskah prioritas telah didigitalisasi oleh Arpusda Boyolali dan disimpan sementara di kantor desa dengan perlindungan agar tidak rusak.
Upaya Pelestarian dan Koordinasi
Pemerintah Desa Cepogo berencana melakukan koordinasi lebih lanjut dengan ahli waris almarhum untuk menentukan langkah pelestarian naskah tersebut. Salah satu anak Cipto Raharjo menyampaikan bahwa ayahnya berharap adanya perpustakaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan keluarga, sehingga koleksi naskah ini bisa dimanfaatkan secara optimal.
Peran Pustakawan dan Filolog
Anang Abdul Harahab, Pustakawan Ahli Pertama Perpusda Boyolali, menyampaikan bahwa temuan ini menambah koleksi penting berupa tulisan tangan Mbah Cipto, terutama kitab Safinatun Najah yang berkaitan dengan mazhab Syafi’i. Selain itu, ditemukan juga naskah terkait batik yang jumlahnya cukup banyak dan masih dalam proses identifikasi.
Proses identifikasi ini menjadi langkah krusial untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya serta ilmu pengetahuan yang terkandung dalam naskah-naskah tersebut.
Konteks dan Pentingnya Temuan
Penemuan naskah kuno ini memberikan gambaran penting mengenai kekayaan budaya dan sejarah lokal di Boyolali. Naskah-naskah tersebut tidak hanya bernilai historis, tetapi juga mengandung ilmu pengetahuan tradisional yang relevan bagi generasi saat ini. Digitalisasi dan pelestarian naskah akan membantu menjaga warisan budaya agar tidak hilang serta membuka peluang kajian lebih mendalam oleh akademisi dan masyarakat luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












