Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pusri Dorong Pengelolaan Limbah Tekstil Bernilai Ekonomis

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pusri Dorong Pengelolaan Limbah Tekstil Bernilai Ekonomis

Plat Merah – Palembang, Sumselupdate.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pusri Palembang, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Perser), menggelar rangkaian kegiatan Sustainability Event 2026 yang berlangsung 22-26 Juni 2026. Acara ini menjadi momentum strategis bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan melalui inovasi pengelolaan limbah tekstil yang memiliki nilai ekonomis.

Kronologi dan Kegiatan Utama

TanggalKegiatanPenjelasan
22 JuniKorve Aksi Bersih LingkunganDiawali dengan kegiatan pembersihan area Dermaga Ferry Pusri yang dihadiri manajemen dan karyawan untuk meningkatkan kesadaran pemilahan sampah.
23-26 JuniAuto Mobile Expo Kendaraan ListrikDemonstrasi teknologi ramah lingkungan untuk mendorong transisi mobilitas berkelanjutan.
23 JuniTalkshow Pengelolaan Limbah TekstilDiadakan di Gedung Musi Diklat Pusri dengan narasumber dari Sadar Lemari dan Eco Touch untuk edukasi transformasi limbah menjadi produk bernilai.
24-26 JuniBazar UMK BinaanMendukung ekonomi lokal melalui pemasaran produk ramah lingkungan dari Unit Usaha Mikro Kecil.

Implikasi dan Potensi Transformasi

Direktur Manajemen Risiko Pusri, Panji Winanteya Ruky, menekankan bahwa pengelolaan limbah tekstil merupakan isu kritis yang memerlukan pendekatan kolaboratif. “Limbah tekstil yang selama ini dianggap sebagai sampah dapat diubah menjadi sumber daya melalui daur ulang kreatif. Ini tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru,” paparnya.

  • Program pengumpulan seragam bekas karyawan berhasil menghasilkan 1 ton bahan baku daur ulang.
  • Kolaborasi dengan Sadar Lemari dan Eco Touch menunjukkan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) secara praktis.
  • Inisiatif ini sejalan dengan target Pemerintah Indonesia untuk mengurangi 30% limbah tekstil nasional hingga 2030.

Tantangan dan Peluang Ekonomi Sirkular

Industri tekstil Indonesia menghasilkan lebih dari 2 juta ton limbah tekstil per tahun, sebagian besar menjadi sampah karena minimnya sistem daur ulang yang efektif. Pusri melihat peluang untuk mengubah tantangan ini menjadi keuntungan melalui:

Inovasi Teknologi

Pengembangan teknologi penguraian serat sintetis menjadi bahan baku baru, serta eksperimen dengan metode pencelupan nol limbah (zero dyeing waste) berbasis biokatalis.

Pelatihan Keterampilan

Pusri berencana meluncurkan program pelatihan bagi masyarakat sekitar untuk mengolah limbah tekstil menjadi kerajinan tangan atau produk fashion daur ulang.

Komparasi Internasional

NegaraPersentase Daur Ulang TekstilStrategi Utama
Eropa~45%Pajak karbon, regulasi limbah, dan inisiatif merek ramah lingkungan.
Indonesia<5%Dorong ekonomi sirkular melalui inisiatif korporasi dan edukasi masyarakat.

Perspektif Masyarakat dan Industri

Program Pusri diapresiasi oleh Komunitas Eco Warrior Sumatera yang mengatakan, “Langkah ini memberi contoh nyata bagaimana BUMN dapat menjadi motor penggerak transformasi industri berkelanjutan.” Namun, ada tantangan regulasi seperti kurangnya insentif pajak bagi perusahaan yang menerapkan daur ulang tekstil.

Perspektif akademik dari Institut Teknologi Bandung menunjukkan bahwa teknologi daur ulang tekstil bisa menghemat 20% biaya produksi tekstil baru jika dikembangkan secara optimal.

Dampak Jangka Panjang

Proyek ini berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 150 ton CO2e per tahun dari proses daur ulang seragam. Dengan skala yang diperluas, Pusri bisa menjadi model untuk perusahaan di sektor kimia dan energi yang ingin memasuki bisnis sirkular.

Komitmen Pusri ini juga memberi sinyal positif bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan zona industri berkelanjutan di Sumsel, yang saat ini memiliki 3 wilayah dengan potensi daur ulang tekstil skala desa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup