Gotong Royong Warga Lumajang Bantu Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Milik Sutik

Gotong Royong Warga Lumajang Bantu Renovasi Rumah Tidak Layak Huni Milik Sutik

Kolaborasi TNI dan Warga Sidomakmur Bantu Keluarga Kurang Mampu

Plat Merah – Pada Minggu 28 Juni 2026, Dusun Sidomakmur, Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, menjadi saksi kebersamaan yang luar biasa. Babinsa Gucialit Koramil 0821-04Gucialit dipimpin Koptu Abd. Khalik Baso bersama warga setempat melaksanakan kerja bakti besar-besaran untuk merenovasi rumah renta milik Sutik (69), warga kurang mampu. Kegiatan ini melibatkan puluhan warga dari berbagai usia, mulai dari kakek hingga anak-anak, yang bekerja secara sukarela tanpa kompensasi.

Gotong Royong yang Mempererat Hubungan Sosial

Koptu Khalik menjelaskan bahwa proyek renovasi ini memiliki dua dimensi makna mendalam. “Selain hasil fisik berupa rumah layak huni, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat sinergi TNI dengan masyarakat,” ujarnya di lokasi kerja bakti. Ia menilai, gotong royong seperti ini sangat penting untuk memupuk rasa kekeluargaan di tengah masyarakat pedesaan yang mulai tergerus modernisasi.

Bukti nyata kebersamaan ini terlihat dari cara warga bekerja. Mereka tidak hanya berperan sebagai penonton, tetapi secara aktif terlibat dalam setiap aspek renovasi. Ada yang menurunkan bahan bangunan, memperbaiki atap yang bocor, hingga membenahi dinding retak-retak. Kebersamaan ini, menurut Khalik, mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa yang harus dipertahankan.

Sejarah Singkat Perbaikan Rumah Sutik

Rumah Sutik, nenek tua yang hidup sendirian, selama bertahun-tahun memprihatinkan kondisinya. Atap dari seng sudah berkarat, dinding kayu lapuk, dan lantai berlubang. Situasi ini membuat nenek renta tersebut rentan terhadap penyakit karena udara dingin masuk saat hujan. Dengan dana terbatas dan usia lanjut, Sutik tidak mampu memperbaiki sendiri.

Volume PekerjaanJumlah PartisipanDurasi Pengerjaan
300 meter persegi40 orang2 hari

Peran Babinsa dalam Membangun Kepedulian Sosial

Koptu Khalik menekankan bahwa tugas Babinsa tidak terbatas pada menjaga keamanan wilayah. “Babinsa harus peka terhadap keluhan masyarakat dan menjadi penggerak semangat kebersamaan,” jelasnya. Sejak awal, dirinya mengamati kondisi rumah Sutik dan membangun komunikasi dengan kepala dusun, tokoh masyarakat, dan keluarga korban.

  • Menyusun rencana renovasi berdasarkan kebutuhan riil
  • Menggalang dukungan dari warga dan pihak terkait
  • Mengkoordinasi pembagian tugas selama pengerjaan
  • Mengawasi kualitas material yang digunakan

Dampak dan Implikasi Gotong Royong

Kegiatan ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Sidomakmur. Secara sosial, warga menjadi lebih solid karena bekerja bersama. Secara ekonomi, biaya renovasi yang seharusnya mencapai Rp25 juta lebih dikurangi hingga 90% melalui gotong royong. Selain itu, proyek ini juga menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai luhur bangsa dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kronologi Kegiatan Renovasi

  • 27 Juni 2026: Rapat koordinasi dengan perangkat dusun dan warga
  • 28 Juni 2026 07.00: Kedatangan material bangunan dan alat kerja
  • 28 Juni 2026 08.00-12.00: Pekerjaan perbaikan atap dan dinding
  • 28 Juni 2026 13.00-16.00: Pengecekan ulang dan penyelesaian akhir
  • 28 Juni 2026 17.00: Penyerahan kunci dan doa bersama

Dengan hasil ini, Koptu Khalik berharap kegiatan serupa dapat ditiru di dusun-dusun lain. “Kita tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kekuatan bangsa,” tuturnya penuh harap. Proyek ini memperlihatkan bahwa kepedulian sosial tidak terbatas pada donasi uang, tetapi juga bisa dilakukan melalui keringat dan kebersamaan yang tulus.”

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup