PTBA Perkuat Kapasitas Kelompok Wanita Tani melalui Program EcoGrow Mom di Muaraenim
Latar Belakang Program EcoGrow Mom
Plat Merah – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), perusahaan energi nasional dengan kiprah panjang di bidang pertambangan batu bara, kembali menunjukkan komitmen berkelanjutan melalui inisiatif sosial yang berdampak nyata. Program EcoGrow Mom yang dijalankan di Desa Tanjung Karangan, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, merupakan wujud nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis perempuan. Dengan memilih Kelompok Wanita Tani (KWT) Utun Makmur sebagai mitra utama, perusahaan berupaya mengintegrasikan aspek pertanian modern dengan pendekatan inklusif untuk menumbuhkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan perempuan di pedesaan.
Matrikulasi Teknis dan Penguatan Kelembagaan
Program ini tidak sekadar pelatihan pertanian konvensional. PTBA memastikan peserta menerima pendidikan holistik yang mencakup tiga aspek utama:
- Budidaya Hortikultura Profesional: Dengan panduan dari praktisi Dinas Tanaman Pangan Muaraenim, peserta diajarkan teknik penanaman berteknologi sederhana hingga pengendalian hama ramah lingkungan.
- Pengelolaan Keuangan Sederhana: Membekali KWT dengan prinsip akuntansi dasar dan perencanaan anggaran usaha.
- Penguatan Organisasi: Membangun struktur kelembagaan yang transparan dan partisipatif untuk memastikan keberlanjutan kelompok.
Data Implementasi Program
| Jumlah Peserta | Materi Utama | Pemateri |
|---|---|---|
| 25 orang | Budidaya Sayuran, Pengendalian Hama | Muhammad Rahmat Hidayat |
| 25 orang | Pemupukan Organik | Praktisi Muhammad Zailani |
| 25 orang | Pengelolaan Keuangan | Iin Oktaviana |
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Program ini berkontribusi pada pencapaian beberapa pilar SDGs yang menjadi fokus PTBA:
- SDG 1: Mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pendapatan keluarga perempuan.
- SDG 2: Meningkatkan ketahanan pangan dengan diversifikasi produksi sayuran.
- SDG 5: Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan ekonomi.
- SDG 8: Mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di pedesaan.
Analisis Dampak Potensial
Dengan kapasitas baru yang dimiliki, KWT Utun Makmur diperkirakan dapat:
- Menyediakan pasokan sayuran segar ke pasar lokal sebanyak 1,5 ton/bulan.
- Meningkatkan pendapatan per keluarga hingga 30% dalam 12 bulan pertama.
- Menjadi model kelompok tani yang dapat direplikasi di 5 desa lain di Kabupaten Muaraenim.
Kolaborasi Strategis dengan Pemangku Kepentingan
Keberhasilan program ini didukung oleh kerja sama kunci dengan berbagai pihak:
- Pemerintah Desa: Melalui kepemimpinan Nasni Balkis, akses lahan dan fasilitas produksi diupayakan optimal.
- Penyuluh Pertanian: Suratman dan tim memberikan pendampingan teknis pasca-pelatihan.
- KWT Utun Makmur: Dengan kepemimpinan Sri Basuki, kelompok berkomitmen menerapkan prinsip koperasi.
- PTBA: Melalui divisi Sustainability yang dipimpin Dedy Saptaria Rosa, memberikan pendanaan awal dan fasilitasi jangka panjang.
Perspektif Masa Depan
EcoGrow Mom tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek. Perusahaan memastikan program ini memiliki struktur keberlanjutan yang meliputi:
- Mentoring Berkala: Setiap kuartal, tim PTBA akan melakukan evaluasi dan penguatan kemampuan.
- Jaringan Pasar: Integrasi dengan pasar tradisional dan e-commerce lokal untuk distribusi hasil pertanian.
- Pembiayaan Mikro: Kemitraan dengan lembaga keuangan syariah untuk akses modal tanpa bunga.
Dengan pendekatan ini, PTBA membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak sekadar program CSR, tetapi investasi strategis dalam pembangunan manusia yang berkelanjutan. Program EcoGrow Mom menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan BUMN dapat menjadi motor penggerak transformasi sosial-ekonomi di pedesaan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






