Ratusan Rumah di Desa Pejukutan Segera Dialiri Air Bersih

Ratusan Rumah di Desa Pejukutan Segera Dialiri Air Bersih

Latar Belakang Krisis Air di Nusa Penida

Plat Merah – Kabupaten Klungkung, khususnya wilayah Nusa Penida, telah lama berjuang melawan krisis air bersih yang menghambat pembangunan ekonomi dan kualitas hidup warganya. Dengan keterbatasan sumber air tanah dan kondisi geografis yang terisolasi, masyarakat Desa Pejukutan selama puluhan tahun mengandalkan sumur tradisional, air hujan, atau mengimpor air dari luar daerah. Data Dinas PUPRPKP Klungkung mencatat 64% rumah tangga di desa ini pernah mengalami pemutusan pasokan air selama musim kemarau.

Detail Proyek Pengembangan SPAM

IndikatorNilai
Jumlah Sambungan Rumah732 unit
Sumber AirMata Air Guyangan
Anggaran Proyek9.275 miliar rupiah
KontraktorCV. Viramid Mas
PengawasanCV. Permata Konsultan

Dukungan Pemda Klungkung

Dalam sambutannya yang disampaikan di Kantor Perbekel Desa Pejukutan (13/7/2026), Bupati I Made Satria menyatakan proyek ini merupakan bagian dari program jangka panjang pemerintah daerah. “Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi pada kesehatan ibu dan anak, produktivitas pertanian, serta daya tarik investasi di Nusa Penida,” tegas Bupati. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan proyek.

Tahapan Pelaksanaan

  1. Pembersihan lahan dan eksplorasi sumber air (Juli-September 2026)
  2. Pembuatan pipa distribusi primer sepanjang 8.2 km (Oktober 2026-Februari 2027)
  3. Pemasangan meteran dan sambungan rumah (Maret 2027)
  4. Uji coba sistem selama 3 bulan (April-Juni 2027)

Implikasi Jangka Panjang

Proyek ini diharapkan mengatasi 3 tantangan utama:

  • Menurunkan angka kejadian diare di anak-anak di bawah 5 tahun dari 18% di 2025 menjadi <5%
  • Meningkatkan akses air bersih dari 37% menjadi 100% di seluruh rumah tangga
  • Mengurangi biaya logistik air impor hingga 90% per rumah tangga

Partisipasi Masyarakat

Dalam dialog dengan warga, Kepala Dinas PUPRPKP Made Jati Laksana menjelaskan bahwa:

KategoriJumlah
Pengawas Desa23 orang
Tenaga Ahli Lokal12 teknisi
Anggaran Partisipasi850 juta rupiah

Krisis Air di Nusa Penida

Kondisi krisis air bersih di Nusa Penida telah berdampak luas:

  • 42% pertanian terhambat karena ketersediaan air tidak memadai
  • 68% pelaku UMKM pariwisata harus menyewa truk tangki air
  • Angka putus sekolah naik 15% selama musim kemarau 2024

Tantangan Pemeliharaan

Bupati Satria mengungkapkan rencana jangka panjang:

ProgramTahun Pelaksanaan
Revitalisasi Jaringan PDAM2027
Pembangunan Waduk Tambahan2028-2030
Program Daur Ulang Air2029

Komitmen pemerintah kini ditantang dengan tantangan teknis seperti perawatan pipa di area terjal dan kebutuhan pendampingan masyarakat dalam penggunaan sistem baru. Namun, dengan sinergi antara birokrasi, swasta, dan masyarakat, harapan untuk Desa Pejukutan yang tidak lagi bergantung pada air impor mulai tampak nyata.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup