Komisi B DPRD Lumajang Pantau Perbaikan Dua Ruas Jalan Strategis

Komisi B DPRD Lumajang Pantau Perbaikan Dua Ruas Jalan Strategis

Latar Belakang Proyek Perbaikan Jalan

Plat Merah – Kabupaten Lumajang, yang strategis sebagai kawasan penghubung Jawa Timur-Tengah, kembali menunjukkan komitmen meningkatkan kualitas infrastruktur. Dua ruas jalan utama, yaitu Ruas Jalan Ranubedali-Tegalsono (panjang 12,5 km) dan Ruas Jalan Wonoayu-Wates Wetan (panjang 9,8 km), menjadi fokus perhatian Komisi B DPRD setelah sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat intensitas lalu lintas tinggi dan curah hujan ekstrem. Proyek senilai Rp175 miliar dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, dengan target selesai pada Desember 2026.

Progres dan Evaluasi Lapangan

Pada kunjungan kerja Selasa (30/6/2026), anggota Komisi B menemui langsung pelaksanaan proyek di lapangan. Kepala Komisi B, Ibu Siti Nurhasanah, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara holistik, mencakup:

  • Persentase progres fisik (78% selesai)
  • Kualitas lapisan aspal dengan uji laboratorium (memenuhi SNI 03-1728-2016)
  • Kesesuaian desain drainase dengan topografi medan
  • Kelengkapan rambu lalu lintas dan marka jalan

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Lumajang, Bapak Dwi Nugroho, menegaskan bahwa material aspal berasal dari pabrik lokal di Probolinggo untuk mendukung perekonomian daerah.

Dampak Pembangunan Jalan untuk Perekonomian Lokal

Perbaikan jalan ini diharapkan mengurangi waktu tempuh antarwilayah hingga 30%. Studi kelayakan menyebutkan bahwa aksesibilitas yang diperbaiki akan:

Wilayah Terdampak Estimasi Pertumbuhan Ekonomi Peningkatan Volume Dagang
Kecamatan Tegalsono 4,2% (2026-2028) 25% dari pasar tradisional
Kecamatan Wates 3,8% (2026-2028) 30% dari pelaku UMKM

“Jalan yang layak akan menghidupkan sektor pertanian dan industri kecil,” ujar Wakil Ketua Komisi B, Irwan Setiadi.

Keterlibatan DPRD dan Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Kolaborasi DPRD-PUTR berjalan melalui mekanisme Monitoring Berkelanjutan yang melibatkan:

  1. Inspeksi mingguan selama konstruksi
  2. Uji kelayakan bulanan oleh teknisi independen
  3. Rapat evaluasi triwulan dengan pelaku usaha

Perwakilan masyarakat dari 5 desa sepanjang ruas jalan juga dilibatkan dalam rapat terbuka.

Peran Jalan Strategis dalam Konektivitas Regional

Kedua ruas jalan ini menjadi bagian dari koridor utama antara Malang-Jember. Dengan kondisi yang membaik, diharapkan:

  • Menurunkan biaya logistik 15% bagi pengusaha transportasi
  • Menyokong rencana pengembangan wisata alam di kawasan Ranubedali
  • Meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan bagi 12.500 KK

Kronologi Pengawasan DPRD

Tanggal Kegiatan Pihak Terlibat
15 Mei 2026 Rapat persiapan Komisi B, PUTR, Kontraktor
30 Juni 2026 Inspeksi lapangan Anggota DPRD, Teknisi, Warga
15 Juli 2026 Rekomendasi teknis Komisi B, Ahli Perkerasan

Perbaikan jalan ini menjadi contoh nyata bagaimana pengawasan legislatif dapat diarahkan untuk memastikan mutu infrastruktur. Dengan komitmen ini, Kabupaten Lumajang bergerak menuju visi 2030 sebagai kawasan andalan pertumbuhan Jatim Bagian Timur.

Perbaikan Ruas Jalan Ranubedali-Tegalsono dan Wonoayu-Wates Wetan tidak hanya soal aspal dan konstruksi, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia dan ekonomi daerah. Setiap inci jalan yang diperbaiki membawa harapan baru bagi masyarakat yang sebelumnya harus menghadapi kondisi jalan berlubang dan becek saat musim hujan. Ini adalah kisah kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup