AKBP Helen Simanjuntak: Dari Pacaran dengan Wakapolres Kini Jabat Kapolres Bangka Barat dan Bongkar Jaringan Narkoba

AKBP Helen Simanjuntak: Dari Pacaran dengan Wakapolres Kini Jabat Kapolres Bangka Barat dan Bongkar Jaringan Narkoba

Plat MerahBANGKA BARAT – Polres Bangka Barat kembali mencatat sejarah. AKBP Helen Simanjuntak resmi menjabat sebagai Kapolres Bangka Barat, menjadikannya polisi wanita pertama yang memimpin kepolisian resor di wilayah Polda Kepulauan Bangka Belitung. Tak hanya itu, di bawah komandonya, Polres Bangka Barat berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba dengan barang bukti sabu seberat 341 gram.

Perjalanan AKBP Helen menuju kursi pimpinan tertinggi di Polres Bangka Barat terbilang unik. Jauh sebelum dilantik pada 14 Juli 2026, ia ternyata sudah beberapa kali menginjakkan kaki di Mapolres setempat. Kala itu, ia datang bukan sebagai pemimpin, melainkan menemani sang kekasih yang menjabat Wakapolres Bangka Barat pada 2009. “Dulu suami saya pernah jadi Wakapolres Bangka Barat. Waktu itu saya masih pacaran, jadi sempat beberapa kali datang ke Polres Bangka Barat,” ujar Helen dalam acara kenal pamit, Kamis (16/7/2026). Kini, suaminya, Kombes Pol Johannes Bangun Simanjuntak, menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Sumatera Selatan, dan Helen memimpin Polres Bangka Barat dengan tanggung jawab besar.

Tak butuh waktu lama bagi AKBP Helen untuk menunjukkan kinerjanya. Pada Jumat (17/7/2026), Polres Bangka Barat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Mentok. Dua tersangka, MI (26) dan RS (28), diringkus bersama barang bukti sabu seberat 341,06 gram, yang jika diuangkan bernilai sekitar Rp350 juta. “Dari dua tersangka tersebut Polres Babar mengamankan barang bukti sabu dengan berat bruto 341,06 gram,” kata Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak.

Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat, AKP Nikko Panderi, menjelaskan kronologi penangkapan. Tersangka pertama, MI, ditangkap di kontrakannya di Jalan Raya Peltim Mentok pada Rabu (15/7). Polisi menyita 17 paket sabu siap edar seberat 3,34 gram, uang tunai Rp750 ribu, timbangan digital, dan plastik klip. MI mengaku mendapatkan sabu dari RS atas perintah seseorang berinisial RN (masih buron). Sabu seberat 10 gram yang diterima MI dipecah menjadi 45 paket, dan 28 paket di antaranya sudah terjual.

Polres Bangka Barat bergerak cepat meringkus RS di kediamannya di Teluk Rubiah, Mentok. Dari brankas milik RS, polisi menemukan 22 paket sabu ukuran sedang dan 2 paket besar dengan berat total 337,72 gram. RS mengaku hanya sebagai gudang penyimpanan dengan upah Rp2 juta per ons sabu. Sabu tersebut diperoleh dari RN dan diambil di Simpang Katis, Bangka Tengah. RS telah lima kali dipasok sabu oleh RN. “Untuk saudara RN, identitasnya sudah kita kantongi penyelidikan, mudah-mudahan bisa kita ungkap,” jelas AKP Nikko.

Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat tentang maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Mentok. Kapolsek Mentok Iptu Rusdi Yunial membenarkan hal tersebut. Keberhasilan Polres Bangka Barat dalam mengungkap jaringan narkoba ini menjadi bukti komitmen AKBP Helen dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.

Kisah AKBP Helen Simanjuntak menjadi inspirasi. Ia tidak hanya menjadi polwan pertama yang memimpin Polres Bangka Barat, tetapi juga membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin dan menghasilkan prestasi gemilang. Dengan pengalaman masa lalu yang membawanya kembali ke Bangka Barat, kini ia berdiri sebagai pemimpin yang siap membawa perubahan positif. Polres Bangka Barat di bawah komandonya terus bergerak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberantas kejahatan narkoba yang merusak generasi bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup