Waspada Hoaks Berkedok Subsidi dan Pemutihan Sertifikat, Begini Cara Mengenali Penipuan
Plat Merah – Dalam sepekan terakhir, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya narasi palsu mengenai program subsidi listrik dan LPG 3 kg, serta program pemutihan sertifikat tanah gratis. Informasi hoaks ini menyebar luas di media sosial, mengincar korban dengan iming-iming bantuan pemerintah. Sebuah infografis yang viral justru menjadi alat penipuan, bukan pencerahan. Infografis yang seharusnya memudahkan pemahaman malah disalahgunakan untuk menjerat korbannya. Lantas, bagaimana modus operandi para pelaku dan apa yang harus kita waspadai?
Modus penipuan ini tergolong klasik namun tetap efektif. Pelaku menyebarkan unggahan yang menyertakan tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran program subsidi. Misalnya, dalam kasus hoaks subsidi listrik dan LPG 3 kg, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi PLN atau Pertamina, melainkan ke situs yang meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telepon. Hal serupa terjadi pada hoaks program pemutihan sertifikat tanah gratis dari Kementerian ATR/BPN. Tautan yang beredar justru meminta pengunjung memberikan informasi pribadi, bukan mengarah ke portal resmi pemerintah. Ini adalah modus phishing yang bertujuan mencuri data pribadi untuk kemudian digunakan dalam kejahatan lebih lanjut.
Penting untuk dipahami bahwa pemerintah tidak pernah meminta data pribadi melalui tautan sembarangan. PLN dan Pertamina telah membantah adanya program subsidi yang dimaksud. Kementerian ATR/BPN juga menegaskan bahwa program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) memiliki prosedur resmi dan tidak pernah meminta data melalui tautan mencurigakan. Infografis yang beredar, meskipun tampak informatif, hanyalah umpan untuk menjerat korban. Oleh karena itu, setiap kali menerima informasi yang menggiurkan, selalu verifikasi ke sumber resmi.
Langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain: jangan pernah mengeklik tautan dari sumber tidak dikenal, jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas, dan selalu cek kebenaran informasi melalui situs resmi instansi terkait. Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap infografis yang memuat ajakan mendaftar program dengan iming-iming hadiah. Infografis yang baik adalah yang memberikan edukasi, bukan menjebak. Contoh infografis positif adalah yang memberikan panduan praktis, seperti cara membersihkan wastafel stainless steel dengan baking soda dan cuka, atau infografis tentang 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2026 yang informatif tanpa meminta data pribadi.
Di tengah maraknya hoaks, masyarakat perlu cerdas dalam menyaring informasi. Jangan sampai tergiur dengan tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Selalu ingat bahwa penipuan bisa terjadi kapan saja, dan korban bisa berasal dari siapa saja. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, kita bisa terhindar dari jeratan penipuan berkedok program pemerintah.
Sebagai kesimpulan, hoaks subsidi listrik, LPG 3 kg, dan pemutihan sertifikat tanah adalah modus penipuan yang memanfaatkan infografis sebagai alat. Masyarakat harus selalu waspada, tidak mudah percaya pada tautan mencurigakan, dan selalu verifikasi ke sumber resmi. Infografis yang benar adalah yang memberikan informasi bermanfaat tanpa meminta data pribadi. Mari bersama lawan hoaks dengan bijak bermedia sosial.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













