Dunia Bawah Tanah: Dari Kutukan Yunani Kuno hingga Underworld Hollywood

Dunia Bawah Tanah: Dari Kutukan Yunani Kuno hingga Underworld Hollywood

PlatMerah.com – Konsep “dunia bawah tanah” atau underworld telah memikat imajinasi manusia selama ribuan tahun. Dari praktik kutukan pada lembaran timbal di Yunani kuno hingga penggambaran dramatis dalam film Underworld, istilah ini memiliki makna yang beragam, baik dalam mitologi, budaya populer, maupun dunia kriminal nyata. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai dimensi “underworld” yang menarik untuk diketahui.

Underworld dalam Mitologi Yunani Kuno: Kutukan pada Lembaran Timbal

Di Yunani kuno, masyarakat tidak hanya berdoa kepada dewa-dewa Olimpus untuk memohon berkah, tetapi juga melakukan ritual untuk mengutuk musuh-musuh mereka. Mereka tidak menggunakan boneka atau patung, melainkan menulis mantra pada lembaran timbal tipis yang disebut lamella. Lembaran ini kemudian dilipat, ditusuk dengan paku, dan ditempatkan di sumber air atau makam, terutama makam orang yang meninggal muda atau mati secara tragis, dengan harapan roh penasaran akan menyampaikan permohonan mereka ke dunia bawah.

Mantra yang ditulis hampir selalu mengandung kata “ikat” atau “bind”, dan bisa disertai permohonan untuk menghancurkan, membunuh, atau menyerang. Tujuannya beragam, mulai dari membungkam lawan bicara di pengadilan, membuat atlet tersandung, hingga mengikat jiwa musuh ke alam bawah. Dewa-dewa yang paling sering dimintai bantuan adalah dewa-dewa chthonic (dunia bawah), seperti Hekate (dewi sihir), Hades, dan Persephone.

Underworld dalam Film: Dunia Vampir dan Lycan

Istilah underworld juga melekat pada waralaba film yang dibintangi Kate Beckinsale. Film Underworld (2003) yang disutradarai Len Wiseman mengisahkan dunia gelap yang dihuni dua ras abadi, vampir dan lycan (manusia serigala), yang berperang selama berabad-abad. Tokoh utamanya, Selene, adalah seorang “Death Dealer” atau prajurit vampir yang bertugas memburu lycan. Namun, keyakinannya goyah saat bertemu Michael Corvin, seorang manusia biasa yang ternyata menjadi kunci dalam sejarah kedua ras tersebut.

Film ini memadukan aksi, fantasi, dan horor dengan gaya visual gothic, kostum kulit hitam, dan sinematografi bernuansa biru kelam. Narasi tentang cinta terlarang antara vampir dan manusia menambah kedalaman emosional di tengah intrik dan pengkhianatan. Dalam klimaksnya, Selene berbalik melawan bangsanya sendiri setelah mengetahui pengkhianatan di dalam klan vampir, membuka jalan bagi sekuel berikutnya.

Underworld dalam Dunia Nyata: Chhota Rajan dan Hukum

Dalam konteks kriminalitas, “underworld” merujuk pada organisasi kejahatan terorganisir. Salah satu contohnya adalah Chhota Rajan, mantan gembong mafia asal Mumbai yang baru-baru ini dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh pengadilan CBI di Chennai dalam kasus paspor palsu. Rajan terbukti bersalah karena menipu, memalsukan dokumen, dan menyamar untuk mendapatkan paspor India pada tahun 2002 dengan identitas palsu “Vijaya Kadam”.

Kasus ini bermula pada 19 Maret 2002, ketika CBI mendaftarkan FIR terhadap Rajan. Ia dituduh menggunakan dokumen palsu seperti surat pindah sekolah, kartu jatah, dan wesel bank untuk mendapatkan paspor. Setelah penyelidikan, CBI menetapkan bahwa pemohon sebenarnya adalah Rajendra alias Nana, yang lebih dikenal sebagai Chhota Rajan. Pengadilan juga menjatuhkan denda sebesar Rs 55.000. Saat ini, Rajan telah menjalani hukuman seumur hidup di Tihar Jail, New Delhi, dalam kasus lain.

Kasus ini menunjukkan bahwa aparat penegak hukum serius dalam menangani kejahatan underworld, bahkan untuk kejahatan yang terjadi lebih dari dua dekade lalu. Ini juga menjadi pengingat bahwa tidak ada yang kebal hukum.

Kesimpulan

Istilah “underworld” memiliki banyak wajah: dari praktik magis kuno, representasi fiksi dalam film, hingga realitas kejahatan terorganisir. Memahami berbagai makna ini membantu kita melihat bagaimana konsep yang sama dapat diinterpretasikan secara berbeda di berbagai bidang kehidupan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup