Pilot Malaysia Terciduk Selundupkan 25 Kg Ekstasi di Soetta. Begini Modus dan Upahnya

Pilot Malaysia Terciduk Selundupkan 25 Kg Ekstasi di Soetta. Begini Modus dan Upahnya

PlatMerah.com, Tangerang – Seorang pilot warga negara Malaysia ditangkap di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta karena kedapatan menyelundupkan 25 kilogram ekstasi ke Indonesia. Pelaku berinisial MSBO diamankan pada Selasa (28/7) lalu setelah koper bagasinya mencurigakan dalam pemeriksaan x-ray oleh petugas Bea Cukai.

Fakta Utama Penangkapan

  • Tersangka: MSBO, pilot WNA asal Malaysia
  • Lokasi penangkapan: Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
  • Barang bukti: 70.114 butir ekstasi dengan berat netto 25.194,83 gram dan 1 paket sabu-sabu
  • Upah: 50.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp175 juta
  • Modus: Menyembunyikan narkoba di koper bagasi internasional, pengambilan barang di hotel Jakarta

Modus dan Upah Penyelundupan

Berdasarkan pengakuan MSBO saat interogasi, ia diperintah oleh seseorang untuk membawa ekstasi tersebut ke Jakarta dengan imbalan sebesar 50.000 ringgit Malaysia. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp3.500 per ringgit, upah tersebut setara dengan Rp175 juta.

Pelaku mengaku sudah beberapa kali melakukan aksinya, termasuk membawa sabu-sabu ke Sabah, Malaysia, dan pernah menyelundupkan 7 kilogram sabu ke Jakarta sebelum akhirnya ditangkap.

Kronologi Penangkapan

Penangkapan bermula saat petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan x-ray terhadap bagasi penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Salah satu koper milik MSBO terlihat mencurigakan sehingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ditemukan narkoba di dalamnya.

Setibanya di Jakarta, pelaku akan diarahkan oleh seseorang yang diduga berdomisili di Malaysia untuk menyerahkan barang ke orang lain di sebuah hotel di Jakarta.

Konteks dan Pernyataan Polri

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku narkoba, termasuk oknum aparat. Polri terus menindak tegas setiap pelaku yang terlibat dalam peredaran narkoba demi menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.

Dampak dan Perkembangan

Penangkapan ini menjadi contoh penting dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia, khususnya yang melibatkan pelaku dari luar negeri. Pengawasan ketat di bandara dan kerja sama antar instansi terkait menjadi kunci dalam menggagalkan penyelundupan narkoba berskala besar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup