Keluarga Ungkap Kejanggalan Tewasnya Mantan Istri Brigadir ISH Lebam-Leher Luka

Keluarga Ungkap Kejanggalan Tewasnya Mantan Istri Brigadir ISH Lebam-Leher Luka

Fakta Utama Kejadian

PlatMerah.com, Medan – Keluarga Winda Lorenza Gowasa, mantan istri Brigadir ISH, mengungkap sejumlah kejanggalan terkait kematiannya yang terjadi di rumahnya di Medan Helvetia. Winda dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (28) dengan dugaan awal bunuh diri menggunakan pistol revolver milik mantan suaminya. Namun, keluarga menolak keras dugaan tersebut dan menduga adanya tindak kekerasan yang menyebabkan kematiannya.

Pengungkapan Keluarga Korban

Sanulai Gowasa, ayah kandung Winda, menjelaskan bahwa kondisi tubuh putrinya menunjukkan bekas kekerasan. Ia menyebutkan adanya luka di leher seperti bekas pencekikan, mata lebam, dan tubuh yang memar kebiruan. Sanulai juga membantah adanya bekas luka tembakan di tubuh Winda yang menjadi alasan dugaan bunuh diri menggunakan senjata api.

“Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri, ini hasil dianiaya. Karena dari hasil yang kami lihat, ada luka di leher seperti bekas pencekikan, mata lebam, dan seluruh badan agak kebiru-biruan,” ujar Sanulai kepada wartawan di kediamannya, Rabu (5/8).

Proses Penyelidikan dan Autopsi

Keluarga saat ini menunggu hasil autopsi resmi yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kematian. Hingga saat ini, hasil tersebut belum diterima oleh keluarga.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengonfirmasi bahwa autopsi telah dilakukan dan hasil laboratorium forensik menemukan residu pada tubuh korban yang mendukung kesimpulan bunuh diri. Tim Inafis juga menemukan senjata api di lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.

Kronologi dan Informasi Awal

Sanulai menyatakan bahwa ia pertama kali mendapat kabar kematian Winda dari adiknya, yang menyebutkan bahwa Winda meninggal akibat sakit jantung. Namun, saat memastikan di RS Bhayangkara Medan, ia tidak menemukan catatan kematian pasien dengan sakit jantung sesuai informasi tersebut. Ia hanya diperbolehkan melihat jenazah dalam keadaan sudah tertutup dan tidak dapat mengambil foto atau menyentuh jenazah.

“Saya lihat mukanya lebam dan matanya biru. Yang lain tidak bisa saya lihat karena sudah ditutup,” tambah Sanulai.

Respons Kepolisian

Menurut Kapolrestabes Medan, hasil olah TKP dan autopsi mendukung bahwa kematian Winda merupakan kasus bunuh diri. Pihak kepolisian menegaskan tidak ditemukan indikasi pembunuhan setelah melakukan penyelidikan dan pengujian residu tembakan pada korban.

Perkembangan dan Harapan Keluarga

Keluarga korban berharap hasil autopsi lengkap segera dirilis untuk memberikan kejelasan yang objektif. Mereka juga menginginkan proses penyelidikan yang transparan agar kebenaran di balik kematian Winda dapat terungkap secara menyeluruh.

Kejadian ini menjadi perhatian publik dan menghadirkan berbagai pertanyaan terkait penyebab kematian Winda Lorenza Gowasa yang masih menimbulkan kontroversi antara hasil penyelidikan kepolisian dan kecurigaan keluarga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup