Pemerintah Alokasikan Rp 5 Triliun untuk Rehab 4.922 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera

Pemerintah Alokasikan Rp 5 Triliun untuk Rehab 4.922 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera

PlatMerah.com – Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 5 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi 4.922 sekolah di tiga provinsi Sumatera yang terdampak bencana alam pada November 2025. Anggaran ini merupakan gabungan dana reguler Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta tambahan dari Kementerian Keuangan.

Skala dan Progres Rehabilitasi Sekolah

Menteri Dalam Negeri dan Kepala Satuan Tugas Rehabilitasi-Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa proses rehabilitasi sekolah akan berlangsung selama tiga tahun karena skala kerusakan yang sangat besar. Beberapa sekolah telah rampung 100 persen, sebagian besar dalam progres 70-99 persen, dan 616 sekolah masih di bawah 50 persen penyelesaian.

Rehabilitasi dilakukan melalui dua metode, yakni swakelola dengan transfer anggaran langsung ke sekolah dan kerja sama dengan TNI Angkatan Darat.

Program Utama Rehabilitasi

Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mufti menjelaskan lima program utama yang dijalankan menggunakan dana tersebut:

  • Pembangunan kembali sekolah yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, termasuk pembangunan total untuk kerusakan parah.
  • Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan seperti meja, kursi, laboratorium, dan buku pelajaran.
  • Bantuan pelatihan kesiapsiagaan bencana serta insentif bagi guru dan tenaga kependidikan terdampak.
  • Pendampingan psikososial bagi siswa, orang tua, dan guru melalui organisasi mitra.
  • Persiapan siswa kelas 12 untuk mengikuti tes kemampuan akademik Oktober 2026, baik di sekolah asal maupun sekolah penampung.

Tantangan di Lapangan

Beberapa hambatan yang dihadapi dalam proses pemulihan meliputi:

  • Relokasi 97 sekolah karena hilangnya lahan akibat longsor, banjir, atau berada di zona rawan bencana, membutuhkan koordinasi pengadaan lahan baru dengan pemerintah daerah.
  • Perbaikan akses jalan menuju sejumlah sekolah yang akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
  • Bencana susulan seperti banjir bandang di Aceh Tenggara dan Solok, serta longsor di jalur Bireuen Gayo Lues yang memperlambat proses rehabilitasi.

Status Pembelajaran Saat Ini

Meskipun tantangan tersebut, proses belajar-mengajar di seluruh sekolah terdampak telah kembali berjalan 100 persen. Sebagian besar siswa sudah belajar di sekolah asal, sementara sebagian kecil masih menumpang di sekolah lain atau menggunakan fasilitas darurat. Jumlah siswa yang belajar di tenda darurat hampir tidak ada.

Peran Pemerintah dan TNI

Sinergi antara Kemendikdasmen, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan TNI Angkatan Darat menjadi kunci dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah. Pendekatan ini diharapkan dapat mengembalikan kondisi pendidikan di wilayah terdampak secepat mungkin.

Dengan dukungan dana dan kerja sama lintas instansi, pemerintah berkomitmen menjaga kelangsungan pendidikan anak-anak di Sumatera agar tetap berkualitas meski menghadapi dampak bencana alam yang cukup berat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup