Penyu Ditemukan Mati Dibunuh di Pantai Berau Kaltim, Perut Disayat Telur Diambil
PlatMerah.com, Berau – Seekor penyu hijau ditemukan mati mengenaskan di pesisir Pantai Balikukup, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kondisi penyu tersebut sangat memprihatinkan karena perutnya disayat dan seluruh telurnya diambil oleh orang tak dikenal.
Penemuan Bangkai Penyu dan Kondisinya
<pKasus ini terungkap saat Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lestari Balikukup melakukan patroli rutin pada Minggu, 28 Februari 2026. Petugas mengikuti jejak penyu yang kembali ke laut, namun jejak tersebut berakhir di bangkai penyu yang sudah mati. Menurut Suryadi, anggota Pokmaswas, seluruh telur yang seharusnya masih berada dalam tubuh penyu hilang.
Upaya Pengawasan dan Edukasi
Setelah penemuan, bangkai penyu didokumentasikan dan kemudian dievakuasi untuk dikubur di sekitar lokasi. Selama dua bulan terakhir, Pokmaswas rutin melakukan pemantauan di kawasan tersebut dan baru kali ini menemukan kasus tragis seperti ini. Mereka menduga pelaku mengenal kawasan pantai tersebut, namun identitas pelaku belum diketahui.
Suryadi menyatakan bahwa pihaknya terus menggelar patroli dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga habitat penyu, yang menjadikan Pantai Balikukup sebagai lokasi peneluran. Meski masih ada sebagian masyarakat yang mengonsumsi telur penyu, belum ada kepastian siapa pelaku dalam kasus ini.
Harapan dan Kendala Patroli
Pokmaswas berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menghentikan kegiatan pengambilan penyu yang dilindungi ini. Mereka menekankan agar tidak ada lagi penjualan daging dan telur penyu. Namun, patroli yang dilakukan dua hingga empat kali setiap malam terkendala ketiadaan speedboat, sehingga sulit mengejar pelaku, terutama jika berasal dari luar daerah.
Suryadi berharap pemerintah memberikan bantuan berupa speedboat untuk memperkuat pengawasan di laut daerah Berau.
Tindakan Pemerintah dan Koordinasi
Kepala UPTD Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Berau, Didik Riyanto, mengecam keras aksi pembunuhan penyu tersebut. Pihaknya telah mengirim tim ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperketat pengawasan di kawasan konservasi guna mencegah kejadian serupa terjadi kembali.
Signifikansi Peristiwa
Penyu hijau adalah satwa laut yang dilindungi karena perannya penting dalam ekosistem laut. Pengambilan telur penyu secara ilegal tidak hanya mengancam kelangsungan hidup penyu tetapi juga merusak keseimbangan lingkungan. Upaya perlindungan dan pengawasan yang baik menjadi kunci keberhasilan pelestarian habitat penyu di Pantai Balikukup dan sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










