Kemarau Panjang di Depok, Warga Sulit Air Bersih dan Terpaksa Meminta ke Tetangga serta Membeli Galon
PlatMerah.com, Depok – Warga di Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Depok, menghadapi kesulitan air bersih akibat kemarau panjang yang menyebabkan sumur-sumur warga mengering dan debit air menurun drastis. Kondisi ini memaksa warga untuk mencari solusi alternatif seperti meminta air ke tetangga maupun membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi Kekeringan Sumur di Sawangan Baru
Sejumlah sumur warga di RT 002 RW 004 mengalami kekeringan dan hanya menghasilkan air dengan debit sangat kecil pada jam-jam tertentu. Hayati (46), salah satu warga terdampak, mengungkapkan sumur di rumahnya sudah tidak bisa diandalkan selama lebih dari sebulan terakhir. Ia terpaksa bergantung pada bantuan air dari tetangga dan keluarga serta membeli air galon sebagai tambahan.
Menurut Hayati, masalah ini muncul khusus saat musim kemarau dan akan kembali normal setelah hujan turun. Ia menyebutkan sekitar lebih dari 10 rumah di lingkungannya mengalami kondisi serupa, terutama yang mengandalkan sumur gali alami.
Perbedaan Kondisi Berdasarkan Jenis Sumur
Warga yang menggunakan jet pump masih relatif aman karena daya dorong air yang kuat dan mesin yang terawat. Sebaliknya, mereka yang bergantung pada sumur gali alami harus menghadapi kekurangan air yang signifikan selama kemarau.
Dampak Kekurangan Air Bersih bagi Warga
Warga, termasuk Hayati yang tinggal bersama lima anggota keluarga lainnya, hanya mengandalkan 1-2 bak air per hari untuk kebutuhan seperti buang air kecil, mencuci muka, dan tangan. Karena sumur yang sama juga digunakan oleh tetangga, satu sumur harus melayani sekitar 10 orang.
Reza (54), warga lain yang mengalami masalah serupa, sudah mengganti klep mesin air dan membeli mesin baru, namun debit air tetap kecil dan tidak mencukupi kebutuhan. Ia akhirnya membeli sekitar 15 galon air dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan anak-anaknya.
Kondisi Serupa di Masa Lalu dan Harapan Warga
Kemarau panjang ini mengingatkan warga pada masa lalu ketika mereka harus mengambil air dari empang secara bergiliran atau bahkan membuat sumur bor yang hanya menghasilkan lumpur. Kondisi tersebut menjadi pengalaman pahit yang kini kembali dirasakan masyarakat Sawangan Baru.
Warga seperti Hayati dan Reza berharap hujan segera turun agar pasokan air kembali normal dan kehidupan sehari-hari mereka tidak terganggu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











