Gempa 5,2 M Pangandaran Terasa di Kabupaten Bandung hingga Sukabumi

Gempa 5,2 M Pangandaran Terasa di Kabupaten Bandung hingga Sukabumi

PlatMerah.com, Jawa Barat – Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 magnitudo yang berpusat di barat daya Kabupaten Pangandaran pada Rabu malam (5 Agustus 2026) terasa di sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung hingga Sukabumi.

Fakta Utama Gempa 5,2 M di Pangandaran

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 21.55 WIB dengan episenter di laut, 87 kilometer barat daya Pangandaran pada kedalaman 14 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan BMKG.

Getaran gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di beberapa kecamatan Kabupaten Bandung seperti Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk. Selain itu, intensitas II-III MMI juga dirasakan di Soreang, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Pangalengan, dan Ciwidey. Sementara itu, intensitas II MMI dirasakan di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Pelabuhanratu.

Penjelasan Mekanisme Gempa

Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan geser naik (oblique-thrust fault). BMKG juga mencatat adanya satu gempa susulan dengan magnitudo 2,2 yang terjadi hingga pukul 22.30 WIB.

Konteks dan Imbauan BMKG

Gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini berpotensi menimbulkan getaran yang cukup terasa di permukaan, sehingga masyarakat di wilayah terdampak disarankan untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi. BMKG mengimbau warga untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Dampak dan Pengaruh Gempa di Wilayah Jawa Barat

Getaran gempa yang dirasakan di Kabupaten Bandung hingga Sukabumi menandai pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap aktivitas sesar aktif di wilayah Jawa Barat. Meskipun gempa tidak menyebabkan tsunami, kesadaran dan kewaspadaan tetap menjadi hal utama untuk mengurangi risiko kerusakan serta korban.

BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan akan memberikan update resmi melalui kanal komunikasi resminya guna memastikan keselamatan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup