Tampang Bos Gendut Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap saat Sedot Lemak
PlatMerah.com, Jakarta – Muhammad Ridwan alias Bos Gendut, seorang bandar narkoba yang beroperasi di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, berhasil ditangkap oleh petugas gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Utara. Penangkapan dilakukan saat Ridwan tengah menjalani proses sedot lemak di sebuah salon kecantikan di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Fakta Utama Penangkapan
Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, mengonfirmasi penangkapan ini pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam video yang beredar, Bos Gendut tampak berbaring mengenakan pakaian operasi berwarna merah muda saat proses sedot lemak berlangsung. Ia memiliki ciri khas rambut agak ikal dan kumis dengan tubuh yang sedikit gempal.
Barang Bukti yang Disita
Selain menangkap Ridwan, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa:
- 98 kilogram sabu
- senjata api beserta peluru
- samurai
- emas batangan
- uang tunai sebesar Rp1,277 miliar
- aset lainnya senilai sekitar Rp39,950 miliar
- kendaraan dan barang elektronik
Konteks dan Dampak Penangkapan
Penangkapan Bos Gendut berdampak pada layanan Commuter Line rute Tanjung Priok yang mengalami keterlambatan sekitar 90 menit akibat operasi penggerebekan. Operasi penindakan ini mendapat dukungan langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai bagian dari upaya pemberantasan jaringan narkoba di wilayah Jakarta Utara.
Penangkapan ini menjadi bagian dari langkah serius aparat dalam menekan peredaran narkoba yang selama ini meresahkan masyarakat di kawasan tersebut. Dengan terselenggaranya penangkapan ini, diharapkan jaringan narkoba yang dipimpin oleh Ridwan dapat segera dibongkar hingga ke akar-akarnya.
Penjelasan Proses Penangkapan
Penangkapan dilakukan secara mendadak saat Ridwan sedang dalam kondisi tidak waspada, yaitu saat menjalani perawatan sedot lemak di salon kecantikan. Taktik ini dipilih untuk menghindari kemungkinan pelarian atau perlawanan dari tersangka yang dikenal memiliki jaringan kuat dan persenjataan lengkap.
Kolaborasi antara BNN, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Utara menunjukkan koordinasi yang efektif dalam menangani kasus narkoba besar ini. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi kunci keberhasilan operasi yang mengamankan barang bukti dan tersangka secara bersamaan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










