Viral! Jaecoo J5 EV Baru 3 Minggu Bermasalah, Baterai Disebut Tembus Rp195,5 Juta
PlatMerah.com – Jaecoo J5 EV tengah menjadi sorotan publik setelah pengguna melaporkan adanya masalah serius pada baterai mobil listrik tersebut hanya dalam waktu tiga minggu pemakaian. Biaya penggantian baterai disebut mencapai Rp195,5 juta, yang merupakan lebih dari setengah harga mobil itu sendiri yang berkisar antara Rp279,9 juta hingga Rp337,5 juta (On The Road Jakarta).
Pengguna bernama Theodorus mengungkapkan bahwa saat perjalanan menuju Semarang, mobil mengalami suara aneh dan indikator gambar kura-kura berwarna hijau muncul di layar, menandakan pembatasan kecepatan maksimal hanya 30 km/jam. Setelah dimatikan dan didiamkan sekitar 40 menit, mobil dapat kembali berjalan normal. Namun, masalah muncul kembali keesokan harinya dan mobil dibawa ke bengkel resmi Jaecoo Semarang. Di sana, ditemukan bahwa nepel pecah dan baterai harus diganti dengan biaya yang sangat tinggi.
Klarifikasi dari Jaecoo Indonesia
Jaecoo Indonesia telah memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini. Mereka menyatakan bahwa kerusakan pada baterai disebabkan oleh insiden saat berkendara, di mana puing atau batu terlempar mengenai bagian bawah kendaraan, khususnya cover pelindung dan komponen cooling pipe pada battery pack. Pemeriksaan teknis oleh tim Jaecoo di dealer Semarang pada 23 Juli 2026 memastikan adanya kebocoran coolant akibat insiden tersebut.
Dealer Jaecoo Semarang telah melakukan investigasi menyeluruh dan berkoordinasi dengan pelanggan untuk proses penanganan termasuk pengajuan klaim asuransi yang telah diterbitkan Surat Perintah Kerja pada 5 Agustus 2026. Tim dealer terus memberikan informasi terbaru terkait perbaikan kendaraan kepada pelanggan.
Fenomena dan Posisi Jaecoo J5 EV di Pasar Mobil Listrik Indonesia
Meski mengalami masalah ini, Jaecoo J5 EV tetap menjadi salah satu model mobil listrik yang laris di Indonesia. Data wholesales GAIKINDO mencatat Jaecoo sebagai salah satu merek terlaris dengan model J5 BEV yang menjadi andalan. Pasar mobil listrik di Indonesia tumbuh pesat di semester pertama 2026, dengan merek asal China seperti Jaecoo dan BYD mendominasi pangsa pasar melalui strategi perakitan lokal dan impor.
Mobil listrik kini menjadi pilihan utama konsumen yang mengutamakan kenyamanan, fitur keselamatan, dan kemampuan menyusuri kondisi jalan di Indonesia. Jaecoo J5 EV hadir sebagai SUV listrik yang menawarkan kombinasi tersebut, bersaing di segmen kendaraan keluarga dan SUV listrik.
Meski kasus baterai ini menjadi perhatian, penting bagi konsumen untuk memahami penyebab kerusakan yang dalam hal ini terkait insiden fisik pada kendaraan selama penggunaan, bukan kerusakan baterai yang terjadi tanpa sebab eksternal.
Ke depannya, produsen dan dealer diharapkan meningkatkan layanan purna jual dan komunikasi dengan pelanggan untuk mengatasi masalah serupa serta menjaga kepercayaan konsumen pada kendaraan listrik di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










