Pendaki dan Pemandu Gunung Piramid Bondowoso yang Hilang Ditemukan Tewas di Jurang

Pendaki dan Pemandu Gunung Piramid Bondowoso yang Hilang Ditemukan Tewas di Jurang

PlatMerah.com, Bondowoso – Dua pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Selasa siang. Korban ditemukan di dasar tebing curam dengan kondisi yang memprihatinkan.

Fakta Penemuan Korban

Korban diketahui bernama Maliya Finda (51), pendaki wanita asal Wonokromo, Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili (35), pemandu lokal dari Desa Wonosari, Bondowoso. Tim SAR gabungan menemukan kedua jenazah pada pukul 12.13 WIB di koordinat 08°36’00,22″ LS – 114°14’38,30″ BT. Lokasi penemuan berada di dasar tebing dengan kemiringan sekitar 40 derajat dan kedalaman sekitar 60 meter, sekitar 170 meter tenggara dari titik awal pencarian.

Proses Evakuasi dan Tantangan di Lapangan

Meskipun posisi korban sudah diketahui sejak siang hari, proses evakuasi harus dihentikan sementara pada malam hari pukul 18.00 WIB karena kondisi cuaca buruk dan medan yang sangat berbahaya. Komandan Tim Operasi SAR, Jefriyanzah Putra Pratama, menjelaskan bahwa kedua jenazah sudah dilakukan penanganan awal (packing patient) pada pukul 16.00 WIB sebelum gelap.

Tantangan utama dalam evakuasi adalah medan tebing yang curam dan area kerja yang sempit. Selain itu, tim harus memastikan sistem jangkar pengaman (anchoring system) yang kuat untuk proses penarikan vertikal jenazah dari dasar jurang.

Rencana Evakuasi Lanjutan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa penundaan evakuasi demi keselamatan personel SAR. Proses evakuasi akan dilanjutkan pada Rabu pagi pukul 06.00 WIB dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

Dua tim akan fokus pada teknik lifting untuk mengangkat jenazah dari jurang menuju jalur ekstrem yang dikenal sebagai ‘Punggung Naga’. Satu tim lainnya akan bertugas melakukan estafet membawa jenazah dari Pos 1 ke Pos 2 hingga dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.

Tim SAR dan Dukungan

Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk Basarnas Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Bondowoso, TNI-Polri, Brimob, PMI, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Wanadri, serta relawan dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini menunjukkan upaya maksimal untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar di medan yang ekstrem.

Konteks dan Pentingnya Keselamatan Pendaki

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan dan kewaspadaan bagi para pendaki dan pemandu gunung, terutama di medan yang berat dan berisiko tinggi seperti Gunung Piramid. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam aktivitas pendakian untuk mencegah kecelakaan fatal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup