Sopir M44 Demo, Dishub Bakal Evaluasi Tumpang Tindih Rute dengan JakLingko
PlatMerah.com, Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan evaluasi terhadap tumpang tindih rute antara Mikrolet 44 dan Mikrotrans JakLingko 48A setelah ratusan sopir angkot M44 menggelar aksi demo di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8).
Aksi Demo Sopir M44
<pSebanyak 150 sopir Mikrolet M44 yang melayani rute Kampung Melayu-Karet melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka memadati kawasan depan Balai Kota, menutup akses pintu keluar, duduk di trotoar, serta memasang spanduk berisi permintaan pengubahan lintasan Mikrotrans 48A agar tidak berhimpitan dengan trayek M44.
Para sopir menegaskan tidak mempermasalahkan tujuan akhir Mikrotrans tetap menuju Karet, asalkan jalur yang dilalui berbeda dari Mikrolet 44. Sebagai bentuk protes, beberapa angkot M44 juga terlihat terparkir di sekitar Stasiun Tebet dan tidak beroperasi.
Respons Dishub DKI Jakarta
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menyatakan pihaknya telah menerima aspirasi dari para pengemudi dan pemilik angkot yang tergabung dalam Kopamilet Jaya. Menurut Ujang, rute dari Stasiun Tebet sampai Karet memang memiliki permintaan tinggi sehingga Transjakarta (JakLingko) hadir untuk memberikan pelayanan tambahan.
Namun, Ujang mengakui terdapat beberapa titik di mana trayek Mikrolet 44 bersinggungan dengan Mikrotrans 48A. Oleh karena itu, Dishub berencana mengkaji kembali pengaturan rute kedua layanan ini untuk menghindari tumpang tindih yang menjadi sumber masalah.
Rencana Evaluasi dan Pembahasan
Dishub akan mengadakan pertemuan evaluasi pekan depan yang melibatkan pengemudi angkot, koperasi, dan pihak Transjakarta. Pertemuan ini bertujuan membahas pengaturan rute agar dapat berjalan lebih efektif dan mengakomodasi kebutuhan pengguna transportasi umum di Jakarta.
Konteks dan Pentingnya Evaluasi Rute
Permasalahan tumpang tindih rute ini penting untuk diselesaikan agar pelayanan transportasi umum di DKI Jakarta dapat berjalan optimal, mengurangi konflik antar pengemudi, dan meningkatkan kenyamanan penumpang. Selain itu, evaluasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak terkait trayek dan operasional angkutan umum di wilayah tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










