WN Korsel Pemilik Restoran di Surabaya Dilaporkan soal Dugaan Pelecehan Seksual

WN Korsel Pemilik Restoran di Surabaya Dilaporkan soal Dugaan Pelecehan Seksual

PlatMerah.com, Surabaya – Seorang warga negara (WN) Korea Selatan berinisial SKS (64), yang merupakan pemilik restoran di Surabaya, dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas dugaan pelecehan seksual. Laporan diterima pada 29 Juli 2026 dan 6 Agustus 2026, dengan dua korban melaporkan kejadian tersebut.

Fakta Utama Kasus

Dua laporan resmi telah diterima oleh Polrestabes Surabaya, masing-masing dengan nomor TBLBVII2026SPKTPOLRESTABES SURABAYAPOLDA JAWA TIMUR dan LPB1613VIII2026SPKTPOLRESTABES SURABAYAPOLDA JAWA TIMUR. Korban pertama adalah pegawai restoran milik SKS yang mengaku mengalami pelecehan sejak April 2026. Korban kedua adalah asisten rumah tangga (ART) yang mengalami pelecehan tidak lama setelah SKS kembali dari Korea Selatan pada akhir Juli 2026.

Detail Dugaan Pelecehan

Kuasa hukum korban, Vena Naftalia, menyampaikan bahwa korban pertama mengalami pelecehan yang terjadi berulang kali, termasuk dipaksa meminum minuman keras (miras) di bawah tekanan dan ancaman terkait pekerjaan dan keluarganya. Pelecehan diduga terjadi di restoran dan di dalam mobil pelaku.

Korban kedua melaporkan pelecehan yang terjadi di rumah SKS di Graha Family, satu hari setelah pelaku kembali dari Korea Selatan. Vena menduga masih ada korban lain yang belum melapor karena takut atau trauma, termasuk yang berada di luar pulau.

Proses Hukum dan Penanganan

Pihak kepolisian, melalui Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari, membenarkan adanya laporan dan menyatakan proses penyelidikan sedang berlangsung. Pemeriksaan terhadap korban dan saksi telah dilakukan, namun sempat dihentikan karena kondisi mental korban yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pemeriksaan pada saat itu.

Konteks dan Dampak Kasus

Kejadian ini menjadi sorotan karena melibatkan pelaku yang merupakan warga negara asing dan pemilik usaha di Surabaya. Dugaan pelecehan seksual di lingkungan kerja dan rumah tangga menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan perlindungan bagi pekerja, khususnya di sektor restoran dan rumah tangga. Kasus ini juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi korban pelecehan seksual dan penegakan hukum yang tegas.

Harapan Korban dan Kuasa Hukum

Vena Naftalia berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan membawa pelaku ke pengadilan. Ia juga berkomitmen melindungi identitas korban agar mereka dapat menyuarakan kasus tanpa rasa takut atau tekanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup