Wakil Ketua MPR Tegaskan Pentingnya Merawat Kebudayaan dan Kebangsaan Lewat Pagelaran Wayang Kulit
PlatMerah.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menegaskan pentingnya merawat kebudayaan sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas dan persatuan bangsa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Pagelaran Rakyat Wayang Kulit yang digelar oleh MPR RI pada Sabtu malam (22/8) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
HNW menambahkan bahwa agama dan kebangsaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menyatakan bahwa pelestarian budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa dan Sunda, merupakan kekayaan bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
Pagelaran Wayang Kulit sebagai Sarana Sosialisasi Empat Pilar
Pagelaran wayang kulit tersebut menampilkan lakon Bimo Kurdo yang dibawakan oleh dalang Ki Jatmiko Anom Saputro, putra dari maestro dalang legendaris Ki Anom Suroto. Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring, serta jajaran DPP PKS dan Dewan Syariah PKS.
Menurut HNW, MPR RI menggunakan pagelaran budaya sebagai media efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Pendekatan melalui kebudayaan dinilai mampu memperkuat rasa cinta tanah air dan pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI.
Peran Wayang Kulit dalam Melestarikan Budaya dan Memperkuat Identitas Bangsa
Wayang kulit merupakan kesenian tradisional yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan filosofi kehidupan. Berbagai lakon yang dipentaskan mengandung pesan moral dan ajaran yang relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, pagelaran wayang kulit di berbagai daerah, seperti yang digelar di Wonogiri dengan lakon Rama Tambak, maupun di Kalimantan Timur oleh Ikatan Keluarga Paguyuban Tanah Jawi (Ika Pakarti), menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Jawa. Kegiatan semacam ini juga menjadi wadah untuk mempererat solidaritas antarwarga dan memperkuat identitas budaya di tengah kemajemukan bangsa.
Kontribusi Komunitas dan Pemerintah dalam Pelestarian Budaya
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu komunitas yang peduli dengan kebudayaan Nusantara, aktif mendukung pelestarian budaya melalui berbagai kegiatan seni dan budaya. Hal ini sejalan dengan prinsip Pancasila dan UUD 1945 yang menempatkan agama dan kebangsaan sebagai dua aspek yang tidak terpisahkan.
Di sisi lain, dukungan dari pemerintah daerah dan organisasi masyarakat juga terlihat dalam pelaksanaan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Samarinda yang diselenggarakan oleh Ika Pakarti Kaltim. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pelantikan kepengurusan baru Ika Pakarti periode 2026-2031, yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, pelestarian kesenian tradisional seperti wayang kulit diharapkan terus berjalan dan memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kebudayaan dan persatuan bangsa Indonesia.
Dengan demikian, pagelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan dan penguatan nilai kebangsaan yang relevan untuk generasi sekarang dan masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













